Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Seni Negatif

"Tumpah Darah" Menggugat Kemerdekaan

Selasa, 8 September 2026, 16:24 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Lakon "Tumpah Darah" karya Putu Wijaya mempertanyakan makna kemerdekaan di Indonesia usia 81 tahun, dari sekadar lepas kolonialisme menjadi kebebasan individu yang sarat konsekuensi. Lewat tiga babak—monolog "Kemerdekaan", drama keluarga Anna, dan monolog "Kabur"—digambarkan dilema generasi muda yang ingin pergi ke luar negeri, pekerja rumah tangga Siti yang rindu kampung, hingga putra Anna, Taksu, yang memilih pulang membangun Tanah Air. Kesimpulannya, kemerdekaan sejahtera masih harus diperjuangkan, dan kebebasan individu di Indonesia sebagai negara plural harus seiring dengan kerendahan hati belajar tradisi serta menghargai hak orang lain.

Poin-Poin Utama

  • Indonesia merdeka sudah 81 tahun.
  • Lakon "Tumpah Darah" ditulis dan disutradarai Putu Wijaya.
  • Pentas Teater Mandiri di Bentara Budaya Jakarta pada Jumat, 28/8/2026.
  • Pertunjukan terdiri dari tiga babak: monolog "Kemerdekaan", drama keluarga Anna, monolog "Kabur".
  • Monolog "Kemerdekaan" dibawakan Jose Rizal Manua.
  • Monolog "Kabur" dibawakan Putu Wijaya.
  • Drama kedua menceritakan perempuan bernama Anna dengan tiga anak yang tinggal di luar negeri.
  • Siti adalah pekerja rumah tangga asal kampung yang tidak bisa bicara.
  • Kepergian Siti membuat Anna khawatir akan potensi perdagangan orang.
  • Salah satu putra Anna bernama Taksu memilih pulang ke Indonesia.
  • Taksu berniat membangun Tanah Air sesuai kemampuannya.
  • Menurut Putu Wijaya, makna kemerdekaan bergeser dari anti-kolonialisme ke kebebasan individu.
  • Kebebasan individu harus memperhitungkan batas kebebasan orang lain.
  • Putu Wijaya menyebut kerendahan hati belajar tradisi dan hak orang lain sebagai kunci.
  • Kemerdekaan di masa kini tetap harus diperjuangkan.
Tagar Terkait
#tumpah darah#putu wijaya#teater mandiri#kemerdekaan#teater#bentara budaya jakarta#monolog#kebebasan individu
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya