AS Selidiki Serangan Udara Maut di Pesta Pernikahan Iran
Kementerian Pertahanan AS menyelidiki kemungkinan serangan udara yang menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 68 lainnya di sebuah pesta pernikahan di Kuhestak, Iran, merupakan bom AS yang meleset dari target kompleks telekomunikasi. Seorang sumber menyebut kemungkinan rudal pertahanan udara yang jatuh sangat kecil, sementara Wakil Presiden JD Vance menyatakan militer AS selalu belajar dari kesalahan, berbeda dengan Iran, dan menegaskan AS tidak pernah menargetkan warga sipil. Insiden ini terjadi di tengah pertukaran serangan terberat antara kedua negara sejak Juli dan menambah tekanan domestik bagi Presiden Trump menjelang pemilihan paruh waktu November.
Poin-Poin Utama
- AS menyelidiki serangan udara mematikan di pesta pernikahan Kuhestak, Iran.
- Serangan terjadi Selasa (1/9) pukul 21.30 waktu setempat di Kuhestak, pesisir selatan Iran.
- Otoritas Iran melaporkan sedikitnya empat orang tewas dan 68 lainnya terluka.
- Korban tewas meliputi dua anak berusia 4 dan 16 tahun serta dua perempuan.
- Kementrian Pertahanan AS menduga serangan akibat bom AS yang meleset dari target.
- Pentagon menganggap kemungkinan ledakan dari rudal pertahanan udara jatuh sangat tidak mungkin.
- Jet Angkatan Laut AS menjatuhkan enam bom, lima mengenai sasaran, satu meleset.
- Rumah yang terkena dampak berjarak sekitar 440 kaki (134 meter) dari target.
- Target sebenarnya adalah kompleks telekomunikasi di area Kuhestak.
- Bulan Sabit Merah Iran meminta investigasi independen di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
- Wakil Presiden AS JD Vance mengonfirmasi investigasi berlangsung.
- Vance menyatakan kepercayaan 100 persen AS tidak pernah menargetkan warga sipil.
- Pemerintahan Trump belum secara resmi menerima tanggung jawab penuh.
- Insiden bagian pertukaran serangan terberat AS-Iran sejak Juli lalu.
- Pelayat berkumpul Kamis di Desa Kuhestak, Kabupaten Sirik, pantai Selat Hormuz.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.