BNPB Verifikasi 51.591 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT
BNPB memverifikasi 51.591 dari total 98.986 rumah rusak akibat gempa NTT, terdiri dari 2.382 rusak berat, 7.276 rusak sedang, dan 14.177 rusak ringan, sementara 27.756 rumah dinyatakan tidak masuk kriteria alias layak. Verifikasi masih berlanjut menunggu keputusan by name by address dari pemimpin daerah. Pemerintah telah menyalurkan 2.165 ton bantuan melalui Labuan Bajo (1.379 ton) dan Maumere (652 ton), serta memindahkan logistik nasional dari Bandara Halim Perdanakusuma ke gudang BNPB di Jati Asih, Bekasi.
Poin-Poin Utama
- BNPB peroleh info 98.986 rumah rusak akibat gempa NTT, terbagi 3 kategori: rusak berat, sedang, ringan.
- BNPB verifikasi 51.591 rumah rusak dari total laporan.
- Rumah rusak berat terverifikasi: 2.382.
- Rumah rusak sedang terverifikasi: 7.276.
- Rumah rusak ringan terverifikasi: 14.177.
- Rumah terverifikasi tidak masuk kriteria: 27.756.
- Fasilitas pendidikan rusak: 712 sekolah.
- Fasilitas kesehatan rusak: 157 unit.
- Perkantoran rusak: 663 unit.
- Bantuan terkirim ke korban: 2.165 ton.
- Bantuan ke Labuan Bajo: 1.379 ton.
- Bantuan ke Maumere: 652 ton.
- Tanggal 7 September 2026 pos pendukung logistik nasional pindah dari Bandara Halim Perdanakusuma ke gudang BNPB Jati Asih, Bekasi.
- Verifikasi berlanjut hingga pemimpin daerah kirim data by name, by address.
- Konferensi pers BNPB di Jakarta, Selasa (8/9) oleh Plt. Kepala Pusat Data BNPB Berton SP Panjaitan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.