Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Politik Netral

Legislator Kritik BMKG: Pakai Bahasa yang Mudah Dimengerti

Selasa, 8 September 2026, 18:09 WIB Sumber: Liputan6 Dibaca 1 kali
Ukuran:

Anggota Komisi V DPR RI Boyman Harun menilai fungsi BMKG dalam memberikan peringatan dini bencana belum maksimal dan meminta informasi tidak hanya berupa prakiraan cuaca, tetapi juga memuat lokasi rawan, dampak, serta langkah antisipasi. Ia mencontohkan banjir dan kebakaran hutan di Kalimantan Barat yang seharusnya bisa diantisipasi karena berulang tiap tahun, namun masyarakat hanya menerima dampaknya. Boyman meminta BMKG menyampaikan informasi yang tepat waktu, tepat lokasi (hingga tingkat kabupaten), menggunakan bahasa mudah dipahami, serta menyampaikannya kepada Basarnas dan kementerian terkait untuk persiapan antisipasi.

Poin-Poin Utama

  • Boyman Harun, anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PAN, menilai fungsi BMKG dalam peringatan dini bencana belum maksimal.
  • Kritik tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR dengan Sestama BMKG dan Sestama BNPP/Basarnas.
  • Rapat membahas RKA K/L 2027 dan berlangsung pada Selasa (8/9/2026).
  • Boyman meminta informasi BMKG memuat lokasi rawan, dampak, hingga langkah antisipasi, bukan hanya prakiraan cuaca.
  • Boyman menilai BMKG memiliki posisi penting karena bisa memberikan informasi sebelum bencana berlangsung.
  • Ia mencontohkan Kalimantan Barat yang menghadapi banjir saat musim hujan dan kebakaran hutan saat musim panas.
  • Menurut Boyman, bencana di Kalimantan Barat terjadi berulang setiap tahun dan seharusnya bisa diantisipasi.
  • Ia meminta informasi BMKG mencakup kapan potensi kejadian, lokasi berisiko, dampak, dan tindakan yang perlu dilakukan.
  • Boyman mencontohkan peringatan untuk Kalimantan Barat harus spesifik hingga tingkat kabupaten jika data tersedia.
  • Ia meminta BMKG menyampaikan informasi potensi bencana tidak hanya ke masyarakat dan pemerintah daerah, tetapi juga ke Basarnas dan kementerian terkait.
  • Boyman meminta BMKG menggunakan bahasa yang mudah dipahami masyarakat dan tidak terlalu teknis.
  • Ia menekankan informasi harus tepat waktu dan tepat lokasi.
  • BMKG adalah lembaga yang dianggap Boyman sebagai kunci situasi kebencanaan di Indonesia.
  • Masyarakat Kalimantan Barat, menurut Boyman, lebih banyak menerima dampak seperti asap akibat kebakaran hutan.
  • Kritik mencakup permintaan agar informasi dini BMKG dapat diterjemahkan menjadi langkah antisipasi oleh pihak terkait.
Tagar Terkait
#bmkg#bencana alam#dpr#kalimantan barat#boyman harun#komisi v#peringatan dini bencana
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.

Buka Sumber di Liputan6

Warta Terkini Lainnya