Jepang Kirim 3 Helikopter Chinook untuk Bantu Padamkan Karhutla Kalimantan
47 Chinook beserta 180 personel untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, dengan rencana tiba di Pelabuhan Kijing pada 9 September 2026 dan beroperasi pada 12-19 September 2026. Dukungan ini merupakan implementasi Defence Cooperation Arrangement (DCA) yang ditandatangani pada 4 Mei 2026, di mana kemampuan nasional Indonesia tetap dikerahkan dan diintegrasikan dengan bantuan Jepang, diawasi oleh TNI. Hingga 7 September 2026, enam provinsi menjadi prioritas penanganan karhutla, yaitu Kalbar, Kalteng, Kalsel, Riau, Jambi, dan Sumsel, dengan Kalbar mencatat kualitas udara berbahaya dan jarak pandang di bawah 1 km.
Poin-Poin Utama
- Jepang kirim tiga helikopter CH-47 Chinook untuk bantu pemadaman karhutla di Kalimantan.
- Tiga helikopter tiba di Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat, pada 9 September 2026.
- Jepang kerahkan 180 personel untuk operasionalisasi helikopter tersebut.
- Kapal JS Kunisaki angkut helikopter dan sekitar 150 awak kapal ke Kalimantan.
- Helikopter dapat dipakai operasi pemadaman periode 12-19 September 2026 jika tahapan siap.
- Dukungan bagian implementasi Defence Cooperation Arrangement (DCA) yang ditandatangani 4 Mei 2026.
- DCA mencakup kerja sama pengelolaan bencana termasuk humanitarian, assistance, and disaster relief (HADR).
- Pengoperasian helikopter Jepang diawasi oleh TNI.
- Dukungan Jepang berfungsi memperkuat kemampuan nasional Indonesia, bukan menggantikannya.
- Enca provinsi prioritas penanganan karhutla per 7 September 2026: Kalbar, Kalteng, Kalsel, Riau, Jambi, Sumsel.
- Di Kalbar tercatat 36 titik api, luas lahan terbakar sekitar 350,82 hektar, terpadamkan 105,2 hektar.
- Kualitas udara Kalbar kategori berbahaya dengan jarak pandang di bawah 1 kilometer.
- Di Kalteng tercatat 47 titik api, luas lahan terbakar sekitar 100,4 hektar, terpadamkan 67,2 hektar.
- Kualitas udara Kalteng sangat tidak sehat dengan jarak pandang sekitar 2,8 km.
- Di Kalsel tercatat 21 titik api, luas lahan terbakar sekitar 260,97 hektar, terpadamkan 163,67 hektar.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.