180 Personel Militer Jepang dan 3 Helikopter Chinook Dikerahkan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Barat
Kementerian Pertahanan Indonesia mengonfirmasi pengerahan 180 personel militer Jepang dan tiga helikopter CH-47 Chinook untuk membantu pemadaman karhutla di Kalimantan Barat, dengan Pontianak sebagai pangkalan utama dan kapal JS Kunisaki merapat di Pelabuhan Kijing. Pemerintah menegaskan kendali penuh operasi tetap di tangan otoritas Indonesia, sementara bantuan Jepang akan terintegrasi ke dalam mekanisme tanggap darurat yang berlaku. Bantuan ini merupakan tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama Pertahanan kedua negara yang mencakup manajemen bencana serta bantuan kemanusiaan dan tanggap darurat (HADR).
Poin-Poin Utama
- Japan deploys 180 military personnel to support Indonesia's forest fire response.
- Three CH-47 Chinook heavy-lift helicopters scheduled to arrive in West Kalimantan.
- Personnel currently stationed in Pontianak, West Kalimantan, to inspect facilities.
- Pontianak designated as main base for the Japanese air fleet.
- Helicopters transported via Japanese naval vessel JS Kunisaki.
- JS Kunisaki scheduled to dock at Kijing Port on Wednesday.
- Full operational control remains with Indonesian authorities.
- Personnel and assets will integrate into existing national emergency mechanisms.
- Deployment follows Defense Cooperation Arrangement signed May 4, 2026.
- Agreement covers disaster management, humanitarian aid, and emergency response (HADR).
- Secretary General of Indonesian Ministry of Defense Lieutenant General Tri Budi Utomo oversees coordination.
- Operations involve aerial water bombing for fire suppression.
- Cooperation framed as humanitarian and part of broader diplomatic relations.
- Indonesia expresses gratitude, expecting Chinooks to contribute to firefighting efforts in Kalimantan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.