SAR Banten Kerahkan Drone Termal Cari Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Kantor SAR Banten mengerahkan dua unit drone termal dari KN SAR Tetuka untuk melanjutkan pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda setelah berangkat dari Carita menuju Gunung Anak Krakatau. Pencarian udara menggunakan helikopter belum memungkinkan karena sebaran abu vulkanik Anak Krakatau membahayakan penerbangan, sementara pencarian sebelumnya dihentikan sementara akibat kondisi laut dan jarak pandang yang terbatas. Operasi lanjutan dijadwalkan pukul 07.00 WIB dengan mengerahkan lima unit armada gabungan serta personel dari 16 instansi dan masyarakat, termasuk rencana pelibatan nelayan setempat.
Poin-Poin Utama
- Kantor SAR Banten menyiapkan dua unit drone termal untuk pencarian.
- Rombongan jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda.
- Rombongan berangkat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang menuju Gunung Anak Krakatau.
- Pencarian dijadwalkan dimulai kembali pada pukul 07:00 WIB.
- Pencarian melalui udara dengan helikopter atau pesawat belum memungkinkan karena sebaran abu vulkanik Anak Krakatau.
- Dua drone termal berada di KN SAR Tetuka untuk menyisir area sekitar gunung.
- Operasi pencarian sebelumnya dilakukan menggunakan KN SAR Tetuka hingga sekitar pukul 22:00 WIB.
- KN SAR Tetuka bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, karena sea condition kurang bersahabat dan visibility terbatas.
- Operasi pencarian melibatkan dua speedboat, RIB 02 Banten, KN SAR Tetuka, dan RIB dari Lampung.
- Informasi keberadaan para jurnalis di Pulau Sebesi masih dalam proses pengecekan.
- Posko operasi mencatat lima unit alat utama dikerahkan dan berstatus siap digerakkan.
- Alat utama terdiri atas KN SAR Tetuka, RIB 02 Banten, RIB Lampung, KAL Anyer, dan satu ambulans dari FBN Banten.
- Potensi SAR melibatkan unsur gabungan dari 16 instansi dan elemen masyarakat.
- Unsur gabungan meliputi USS Pandeglang, Polsek Carita, Ditpolairud Polda Banten, Lanal Danposal Sumur/Labuan, Babinsa Carita, dan Balawista.
- Tim SAR berencana melibatkan nelayan setempat sebagai tambahan kekuatan pencarian.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.