Membaca Ancaman di Orbit Bumi
Satelit kini dikembangkan agar dapat bermanuver mendekati dan mengikuti wahana antariksa lain, seperti ditunjukkan China pada Juni 2026 dan sebelumnya oleh AS melalui X-37B. Kemampuan ini menimbulkan dilema karena sulit membaca niat di balik penggunaannya, sementara gangguan terhadap satelit dapat merusak navigasi, pengintaian, peringatan dini, dan penentuan sasaran militer. Dunia perlu memperkuat aturan dan mekanisme komunikasi bersama agar perkembangan teknologi tidak mendahului kemampuan mengelola risiko, termasuk ancaman puing antariksa yang mengancam semua negara termasuk Indonesia.
Poin-Poin Utama
- Pada Juni 2026, wahana antariksa nirawak China melepaskan satelit kecil yang mengelilingi wahana ruang angkasa China lainnya sebelum kembali ke wahana induknya.
- Tujuan misi satelit China tersebut tidak diketahui.
- Amerika Serikat dilaporkan memiliki kemampuan serupa dan telah mengujinya melalui pesawat antariksa nirawak X-37B.
- Kemampuan manuver satelit dapat digunakan untuk memeriksa, memperbaiki, memindahkan, atau mengisi bahan bakar wahana lain.
- Operasi satelit berpotensi diganggu melalui pengacakan sinyal, pembutakan sensor, atau serangan siber.
- Satelit kini menjadi bagian penting dari navigasi, pengintaian, peringatan dini, dan penentuan sasaran militer.
- Secure World Foundation mencatat 6.904 keping puing dari pengujian senjata antisatelit.
- Sebanyak 2.773 dari 6.904 keping puing tersebut masih berada di orbit.
- Puing antariksa dapat mengancam satelit sipil dan militer negara mana pun, termasuk yang tidak terlibat perseteruan.
- Semua negara, termasuk Indonesia, mengandalkan satelit untuk komunikasi, navigasi, pemantauan cuaca, mitigasi bencana, dan aktivitas maritim.
- Orbit Bumi semakin padat akibat peluncuran satelit baru yang terus berlanjut.
- Tindakan mempertahankan diri berisiko dibaca sebagai persiapan menyerang oleh pihak lain.
- Kesalahan membaca niat pihak lain dapat memicu eskalasi dan memperburuk situasi.
- Aktivitas di orbit harus transparan untuk mencegah tindakan yang menimbulkan puing antariksa.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.