Trump larang pemerintah AS beli produk Kanada, perang dagang memanas
Presiden AS Donald Trump memerintahkan GSA menghapus produk Kanada dari daftar vendor pengadaan federal AS senilai lebih dari 50 miliar dolar AS per tahun, menuding Kanada tidak memberikan akses timbal balik bagi produk Amerika. Langkah ini diambil di tengah memanasnya sengketa dagang setelah perundingan gagal, dengan AS mengenakan tarif 50 persen terhadap produk Kanada dan Kanada membalas dengan tarif balasan terhadap produk AS senilai 20 miliar dolar AS. Perang dagang antara kedua negara tetangga ini semakin tajam di bawah pemerintahan Trump yang berulang kali menuduh Kanada mengeruk keuntungan secara tidak adil dari AS.
Poin-Poin Utama
- Trump pada 8 September memerintahkan GSA hentikan pembelian produk Kanada.
- Instruksi ditujukan untuk menghapus Kanada dari Multiple Award Schedules.
- Trump sebut nilai kontrak Multiple Award Schedules lebih dari 50 miliar dolar AS per tahun.
- Trump tuduh Kanada larang peternak sapi perah AS jual produk ke pasar Kanada.
- Trump tuduh Kanada produksi mobil hanya karena perjanjian perdagangan merugikan AS di era presiden sebelumnya.
- Trump tuduh pemerintah federal dan provinsi Kanada larang usaha kecil AS ikut pengadaan pemerintah.
- Trump nyatakan kebijakan tersebut seharusnya sudah dihentikan bertahun-tahun lalu dan salahkan Joe Biden.
- AS kenakan tarif 50 persen terhadap sejumlah produk utama Kanada setelah perundingan dagang gagal bulan lalu.
- Kanada berlakukan tarif balasan terhadap produk AS senilai 20 miliar dolar AS pada hari yang sama.
- Kanada tegaskan tarif balasan hanya berlaku untuk barang dari AS, tidak untuk kiriman yang sudah dalam perjalanan.
- Trump ancam Kanada dengan kebijakan tanpa timbal balik dan tanpa akses pasar.
- Perang dagang meningkat melalui serangkaian kebijakan tarif dan langkah balasan berkelanjutan.
- Trump jadikan ketimpangan perdagangan sebagai alasan utama penerapan tarif.
- Trump berulang kali tuduh Ottawa mengeruk keuntungan secara tidak adil dari AS.
- Sengketa terjadi setelah perundingan perdagangan bilateral antara Kanada dan AS gagal bulan lalu.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.