Dampak Gempa NTT Sejumlah Bagunan Sekolah Belum Pulih, Dompet Dhuafa Bangun Sekolah Darurat
Pascagempa NTT, banyak bangunan sekolah belum pulih sehingga siswa SMPN 5 Aesesa belajar di bawah pohon tanpa ruang layak. Dompet Dhuafa melalui DMC membangun Sekolah Darurat berupa tenda di SMPN 5 Aesesa, TK Waemburug, dan SDN Natakupe, serta memberikan edukasi mitigasi bencana gempa. Inisiatif ini membantu proses belajar mengajar dan perlindungan siswa sambil menunggu percepatan pemulihan pascagempa.
Poin-Poin Utama
- Dompet Dhuafa bangun Sekolah Darurat di SMPN 5 Aesesa, TK Waemburug, dan SDN Natakupe.
- Dua ruang Sekolah Darurat didirikan di SMPN 5 Aesesa untuk perpustakaan dan ruang kelas.
- Pascagempa, murid SMPN 5 Aesesa belajar di lapangan pakai tenda seadanya.
- Satu jenjang kelas sempat belajar di bawah pohon karena tidak ada ruang layak.
- Dompet Dhuafa beri edukasi mitigasi bencana gempa bumi kepada murid SMPN 5 Aesesa.
- BMKG laporkan 13.657 gempa susulan pada 8 September 2026 pukul 17.00 WIB.
- Instansi pendidikan gelar belajar mengajar di lapangan terbuka atau bawah pohon rindang pascagempa.
- Banyak sekolah belum punya terpal atau tenda untuk tahan cuaca panas dan hujan.
- Sekolah Darurat berfungsi sebagai ruang aman anak dan guru dari bencana dan cuaca.
- Abdul 'Labing' Aziz dari DMC Dompet Dhuafa bertindak sebagai PIC Respons Gempa NTT Kabupaten Nagekeo.
- DMC Dompet Dhuafa terus membersamai percepatan pemulihan penyintas gempa di NTT.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.