Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Humaniora Netral

Pause Culture untuk Agar Nggak Gampang Ngegas di Media Sosial

Rabu, 9 September 2026, 13:29 WIB Sumber: Media Indonesia Dibaca 2 kali
Ukuran:

Artikel membahas konsep pause culture sebagai kemampuan berhenti sejenak di tengah derasnya informasi media sosial, yang dikaitkan dengan mindfulness, resilience, dan kesadaran eksistensial, serta dibahas dalam jurnal Psikosopen dan diskusi IDEAFEST 2026. Individu yang mampu pause dan merespons dengan sadar disebut kaum adem, bukan berarti pasif tetapi tetap tenang untuk mengambil keputusan lebih baik. Artikel juga menyajikan kiat praktis pause culture, yaitu jeda fisik (aturan 20-20-20 dan teknik Pomodoro), menciptakan hambatan digital, serta memahami pemicu doom scrolling dengan melakukan peregangan atau jeda hidrasi.

Poin-Poin Utama

  • Pause culture konsep kemampuan berhenti sejenak untuk berpikir jernih dan tidak mudah terpancing di media sosial.
  • Topik dibahas di Psikosopen: Jurnal Psikososial dan Pendidikan terbitan Juni 2026.
  • Riset menghubungkan mindfulness, resilience, dan kesadaran eksistensial dengan kebiasaan berhenti sejenak di dunia digital.
  • Diskusi "Finding Your Calm in the Age of Chaos" bagian dari IDEAFEST 2026 di Jakarta hadirkan aktor sekaligus pelari Daffa Wardhana.
  • Mereka yang mampu pause, mengatur diri, dan merespons sadar dijuluki kaum adem.
  • Kiat pertama: jeda fisik dengan aturan 20-20-20, setiap 20 menatap layar alihkan pandangan ke objek 20 kaki (±6 meter) selama 20 detik.
  • Kiat pertama: teknik Pomodoro, 45 menit bekerja/belajar lalu menjauh dari meja dan ponsel 5 menit.
  • Kiat kedua: ciptakan hambatan digital, ubah layar ke hitam-putih untuk turunkan daya tarik visual.
  • Kiat kedua: pindahkan aplikasi media sosial ke folder tersembunyi dan logout setelah dipakai.
  • Harus ketik kata sandi tiap buka media sosial jadi hambatan untuk berpikir dulu.
  • Kiat ketiga: pahami doom scrolling pemicunya bosan atau cemas.
  • Kiat ketiga: lakukan peregangan leher, bahu, dan pergelangan tangan selama 2 menit.
  • Head of Brand AQUA Riza Rahman sarankan jeda hidrasi minum segelas air putih.
  • Riza sebut hidrasi cukup berperan jaga konsentrasi, fungsi kognitif, suasana hati, dan performa aktivitas harian.
  • Daffa Wardhana terapkan prinsip melambat saat maraton, relevan untuk kehidupan sehari-hari.
Tagar Terkait
#media sosial#kesehatan mental#ideafest 2026#digital#pause culture#doom scrolling#mindfulness
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya