Korban tewas banjir Nepal-China 1.280 orang, 5.260 masih hilang
Banjir bandang akibat pecahnya gletser di Gunung Langtang Lirung, Nepal, pada 26 Agustus menewaskan 1.280 orang dan menyebabkan lebih dari 5.620 orang hilang di Nepal dan China. Operasi pencarian terus menghadapi hambatan akibat terputusnya jalan, listrik, dan komunikasi, sementara keluarga korban menggelar upacara pemakaman simbolis karena sulitnya proses identifikasi jasad.
Poin-Poin Utama
- Korban tewas akibat banjir bandang di Nepal dan China mencapai 1.280 orang.
- Lebih dari 5.620 orang masih hilang.
- Nepal mencatat 1.259 korban tewas dan 5.083 hilang, termasuk 583 warga asing.
- China mencatat 21 korban tewas dan 541 hilang, termasuk 261 warga asing.
- Lebih dari 21.400 personel keamanan dikerahkan untuk operasi pencarian dan penyelamatan.
- Identifikasi jasad korban menghadapi kesulitan karenavolume yang besar dan keterbatasan fasilitas.
- Upacara pemakaman simbolis bagi korban hilang berlangsung di Kuil Pashupati Aryaghat, Kathmandu, pada 2 September 2026.
- Banjir bandang dipicu gletser yang pecah di Gunung Langtang Lirung pada ketinggian 5.200 meter.
- Gletser pecah menyebabkan longsor es dan bebatuan yang menyapu lembah perbatasan Nepal-China.
- Distrik Rasuwa, Nuwakot, Dhading, dan Kavre di Nepal mengalami kerusakan parah.
- Titik lintas batas Gyirong di Kawasan Otonom Xizang, Tibet,也被掩埋。
- China mengirimkan pasokan bantuan dan ahli DNA untuk membantu Nepal.
- Jalan, pasokan listrik, dan jaringan komunikasi masih terputus di sejumlah kawasan terdampak.
- 330 warga negara asing berhasil diselamatkan pascabanjir di Nepal.
- Operasi pencarian dan penyelamatan memasuki pekan kedua.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.