Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Internasional Negatif

Rakyat Korsel Desak Pemerintah Tidak Terlibat dalam Perang Iran

Rabu, 9 September 2026, 16:30 WIB Sumber: Sindonews Dibaca 1 kali
Ukuran:

Puluhan warga Korsel protes desak pemerintah tidak kirim pasukan ke Selat Hormuz, kecam perang AS terhadap Iran sebagai agresi ilegal. Korsel tengah pertimbangkan kontribusi keamanan ke selat tersebut dengan syarat kesiapan militer tak terganggu, sementara Iran peringatan akan ada konsekuensi serius jika pasukan Korsel dikerahkan.

Poin-Poin Utama

  • Puluhan warga Korsel protes di Seoul hari Rabu tuntut pemerintah tak kirim pasukan ke Selat Hormuz.
  • Sekitar 60 pengunjuk rasa hadir menurut estimasi AFP.
  • Lokasi aksi di tangga luar Sejong Center for the Performing Arts, seberang kompleks kedutaan besar AS.
  • Poster bertuliskan 'Jangan bergabung dalam perang agres' dikibarkan.
  • Presiden AS Donald Trump desak sekutu termasuk Korsel bantu perang di Timur Tengah.
  • Iran kuasai Selat Hormuz, jalur kunci pasokan minyak global.
  • Korsel kirim misi pencari fakta ke Selat Hormuz sehari sebelum protes.
  • Belum ada keputusan pengerahan pasukan, kata otoritas pertahanan Korsel.
  • Korsel nyatakan pertimbangkan 'kontribusi' terhadap keamanan selat dengan syarat kesiapan militer sendiri tak terganggu.
  • Pemyataan sikap Korsel disampaikan hari Jumat.
  • Iran peringatkan pengerahan pasukan Korsel akan dianggap dukungan langsung bagi pihak agresor dan timbulkan konsekuensi serius.
  • Jung Kyung-jik dari People's Solidarity for Participatory Democracy dukung sudut pandang Teheran.
  • Jung sebut pengerahan pasukan sama dengan partisipasi langsung dalam perang ilegal.
  • Jung tuduh AS lakukan pelanggaran hukum internasional termasuk pengeboman sekolah dasar dan infrastruktur energi Iran.
  • Aksi protes muncul di tengah pertimbangan pemimpin Korsel soal kontribusi keamanan jalur perairan.
Tagar Terkait
#iran#amerika serikat#selat hormuz#korea selatan#protes#perang timur tengah
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.

Buka Sumber di Sindonews

Warta Terkini Lainnya