Perawatan Estetika Bergeser ke Arah Wellness dan Longevity
Industri estetika Indonesia bergeser dari результатовampilan menuju perawatan yang lebih aman, berbasis ilmiah, dan berorientasi pada kesehatan menyeluruh, termasuk wellness dan longevity. Dokter dan klinikkian selektif mempertimbangkan kualitas, keamanan, kepatuhan regulasi, serta kebutuhan individual pasien, sementara treatmentintegrated mencakup dermatologi, teknologi non-invasif, laser, body contouring, fisioterapi, dan wellness.
Poin-Poin Utama
- Industri estetika Indonesia bergeser dari fokus penampilan menuju keamanan, dasar ilmiah, dan kesehatan menyeluruh.
- President Director PT Regenesis Indonesia, Emmy Noviawati, menyatakan dokter semakin kritis memilih teknologi dan produk.
- Pertimbangan pemilihan teknologi kini mencakup kualitas, scientific foundation, inovasi, dan nilai bagi pasien.
- Kegiatan Aruna 2026 di Jakarta mempertemukan sekitar 1.000 dokter dan praktisi.
- Aruna 2026 membahas dermatologi, estetika, wellness, dan longevity.
- Kebutuhan pasien berkembang dari perawatan wajah ke kualitas kulit tubuh, body contouring, wellness, dan kesehatan jangka panjang.
- Aspek keamanan dan pertanggungjawaban medis semakin penting di tengah banyaknya pilihan treatment.
- Pasien menuntut kualitas produk, kejelasan asal produk, kepatuhan regulasi, dan landasan ilmiah.
- Tantangan industri berupa tingginya ekspektasi pasien terhadap hasil perawatan.
- Pendekatan perawatan menjadi terintegrasi: skincare dasar, dermatologi, non-invasif, laser, body contouring, fisioterapi, dan wellness.
- Founder PT Regenesis Indonesia Ron Pirolo menyebut kecantikan sebagai perjalanan, bukan titik akhir.
- Teknologi yang dibahas mencakup stimulasi otot non-invasif, produk mikropartikel PDO, dan perawatan kulit sensitif serta bayi.
- Regenesis menerapkan sistem brand protection dan authenticity certificate untuk keaslian produk.
- Dokter dan pasien membutuhkan informasi berbasis bukti, kepastian regulasi, dan pendekatan medis yang dapat dipertanggungjawabkan.
- Persaingan industri ke depan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan teknologi menghasilkan perubahan hasil.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.