Melepas Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026
Nagoya 2026 di Jepang (19 September–4 Oktober 2026) dengan 430 atlet dari 35 cabang olahraga dan 145 ofisial. Target realistis empat medali emas dipasang karena tiga nomor andalan, termasuk menembak, tidak dipertandingkan, berbeda dari torehan tujuh emas di Hangzhou 2022. Perjalanan kontingen diwarnai tantangan, mulai dari perubahan rute akibat erupsi Gunung Anak Krakatau hingga evakuasi atlet setibanya di Nagoya karena banjir.
Poin-Poin Utama
- Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berlangsung 19 September hingga 4 Oktober 2026 di Jepang.
- Pengukuhan kontingen Indonesia digelar di Wisma Serbaguna Gelora Bung Karno, Jakarta pada Rabu (9/9/2026).
- Indonesia mengirim 430 atlet yang tersebar di 35 cabang olahraga.
- Rombongan Indonesia didampingi 145 ofisial.
- Jumlah final 430 atlet turun dari daftar awal 432 orang.
- Dua atlet tidak lolos komposisi akhir karena proses administrasi dan delegation registration meeting (DRM).
- Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari bersama Menpora Erick Thohir.
- Tim bola basket dan anggar berangkat lebih awal menuju Jepang.
- Erupsi Gunung Anak Krakatau memaksa perubahan rute melalui perjalanan darat ke Surabaya, lalu penerbangan via Singapura.
- Rombongan awal tiba di Nagoya pada Selasa (8/9/2026) malam dan harus dievakuasi akibat banjir.
- Pada Asian Games 2022 di Hangzhou (digelar 2023), Indonesia meraih tujuh medali emas.
- Target Indonesia pada Asian Games 2026 adalah empat medali emas.
- Penurunan target disebut akibat tidak dipertandingkannya tiga nomor andalan, termasuk cabang menembak.
- KOI menyatakan terus berkomunikasi dengan panitia lokal untuk kebutuhan atlet terdampak banjir.
- Ajang ini diposisikan sebagai simbol penguatan semangat masyarakat Indonesia menghadapi tantangan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.