Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Politik Netral

Bamsoet: Ekonomi yang Kuat Perlu Keamanan dan Kepastian Berusaha

Rabu, 9 September 2026, 19:42 WIB Sumber: DetikNews
Ukuran:

Bamsoet menegaskan ketahanan nasional bukan hanya aspek militer, tetapi juga kemampuan negara menjaga ekonomi, energi, pangan, teknologi, dan industri strategis saat krisis. Ia menekankan ekosistem ketahanan nasional terdiri atas tiga pilar: ketahanan ekonomi, keamanan serta kepastian berusaha, dan industri pertahanan yang mandiri. Meskipun ekonomi Indonesia semester I 2026 tumbuh 5,45 persen dan investasi mencapai Rp1.010,6 triliun, dunia usaha masih membutuhkan kepastian hukum, perizinan sederhana, dan perlindungan dari pungutan liar untuk memperkuat kemampuan nasional.

Poin-Poin Utama

  • Bamsoet sebut ketahanan nasional tidak cukup diukur dari pasukan dan persenjataan.
  • Bamsoet nilai perang modern dimulai lewat embargo teknologi, serangan siber, perang dagang, disinformasi, dan tekanan ekonomi.
  • Bamsoet jabat Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan KADIN Indonesia.
  • Pernyataan Bamsoet sampaikan saat Rapat Pleno KADIN di Gedung KADIN Jakarta, Rabu (9/9/2026).
  • Ekonomi Indonesia semester I 2026 tumbuh 5,45 persen secara tahunan menurut BPS.
  • PDB Indonesia kuartal II 2026 harga berlaku mencapai Rp6.552,1 triliun dengan pertumbuhan 5,29 persen secara tahunan.
  • Realisasi investasi semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen secara tahunan.
  • Target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun, tercapai 49,5 persen per semester I 2026.
  • Investasi semester I 2026 menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia.
  • Pemerintah targetkan realisasi investasi 2027 sebesar Rp2.322 triliun, naik 13,8 persen dari target 2026.
  • BKPM tetapkan kepastian perizinan, percepatan konstruksi, dan penyelesaian hambatan lapangan sebagai tiga fokus utama.
  • Sistem OSS telah terhubung dengan 18 kementerian dan lembaga.
  • Klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia diperbarui ke KBLI 2025 dan berlaku dalam sistem OSS.
  • Pelaku usaha dapat mengonversi KBLI 2020 ke KBLI 2025 lewat sistem OSS.
Tagar Terkait
#dpr ri#investasi#golkar#bamsoet#bambang soesatyo#industri pertahanan#ketahanan ekonomi#kadin indonesia#ketahanan nasional#kepastian berusaha
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.

Buka Sumber di DetikNews

Warta Terkini Lainnya