Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Harga Bitcoin Masih Volatil, Investor Perlu Cermat Kelola Risiko

Rabu, 9 September 2026, 21:44 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

Bitcoin masih 37,5 persen di bawah rekor tertingginya setelah koreksi sepanjang 2026, namun penurunannya secara historis lebih dangkal dibanding tiga siklus sebelumnya menurut riset CoinGecko. Di tengah volatilitas pasar, investor disarankan mengedepankan strategi investasi terukur sesuai profil risiko, tidak menebak titik terendah, dan mempertimbangkan altcoin dengan ekosistem kuat. Pergerakan Bitcoin juga semakin dipengaruhi sentimen makroekonomi dan aliran dana ETF spot yang dinamis.

Poin-Poin Utama

  • Bitcoin tercatat 37,5 persen di bawah rekor tertinggi setelah koreksi 2026.
  • Berdasarkan data Pintu.co.id per 8 September 2026, Bitcoin berada di level 78.937 dolar AS.
  • Rekor tertinggi Bitcoin sepanjang masa sebesar 126.198,07 dolar AS tercatat pada 6 Oktober 2025.
  • Titik terendah siklus Bitcoin sekitar 57.735 dolar AS tercapai pada 1 Juli 2026.
  • Harga Bitcoin pulih dan naik sekitar 25 persen sepanjang Agustus 2026.
  • Kenaikan Agustus 2026 menjadi performa bulanan terkuat sejak November 2024.
  • Riset CoinGecko dipublikasikan pada 25 Juni 2026 membandingkan penurunan Bitcoin antar siklus.
  • Siklus 2014–2015: turun 81,6 persen dari puncak dalam 321 hari.
  • Siklus 2018–2019: turun 83,6 persen dalam 385 hari.
  • Siklus 2022–2023: turun 76,7 persen dalam 381 hari.
  • Siklus 2025–2026: turun 54,25 persen dalam 268 hari.
  • Arus masuk bersih ETF Bitcoin spot sekitar 216,70 juta dolar AS pada 1 September 2026.
  • Arus keluar ETF Bitcoin spot sekitar 236,46 juta dolar AS pada hari berikutnya.
  • PINTU meminta investor terapkan strategi sesuai profil risiko, bukan menebak titik terendah.
  • Pergerakan Bitcoin 2026 dipengaruhi sentimen makroekonomi dan ekspektasi investor institusional.
Tagar Terkait
#investasi#bitcoin#manajemen risiko#crypto#etf bitcoin spot#altcoin#volatilitas pasar
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya