Jejak Kekuasaan dalam Pencatatan Gempa Indonesia
Belanda menggiatkan riset geologi sejak abad ke-19 demi keberlangsungan kekuasaan dan pembangunan infrastruktur. Praktik ini oleh Jazmin P Scarlett disebut sebagai colonial science, karena pengetahuan tentang bencana alam digunakan untuk menentukan siapa yang berkuasa atas suatu wilayah serta mengelola permukiman, perkebunan, dan sumber daya. Oleh karena itu, kajian gempa tidak cukup hanya dilihat sebagai proses alam, melainkan juga sebagai produksi pengetahuan yang sarat kepentingan politik di baliknya.
Poin-Poin Utama
- Pencatatan gempa dan erupsi gunung di Indonesia dimulai sejak zaman kolonial.
- Indonesia terletak di wilayah rawan bencana.
- Erupsi besar yang tercatat mengubah iklim dunia berasal dari Gunung Toba, Tambora, dan Krakatau.
- Erupsi tersebut tercatat dalam catatan orang Eropa sejak abad ke-16 dan naskah-naskah lokal.
- Penyelidikan gempa dan gunung meletus digencarkan pemerintah kolonial sejak abad ke-19.
- Riset kolonial bertujuan memastikan keberlangsungan kekuasaan dan meminimalkan ancaman.
- Sistem liberalisme di Belanda diterapkan pada awal abad ke-20, mendorong kedatangan warga Eropa ke Hindia.
- Proyek pemetaan dan pengamatan wilayah terdampak bencana dilakukan untuk melindungi infrastruktur jembatan dan kereta api.
- Jazmin P Scarlett menyebut praktik tersebut sebagai colonial science dalam tulisannya tahun 2022.
- Tujuan ekspedisi ilmiah Eropa menentukan siapa yang dapat tinggal dan menguasai suatu wilayah.
- Data gempa dan erupsi digunakan untuk menentukan lokasi permukiman, perkebunan, jalur transportasi, eksploitasi sumber daya, dan infrastruktur.
- Geologi bergeser dari kajian sejarah pergerakan bumi menjadi alat pengelolaan bumi oleh kekuasaan.
- Gani A Jaelani mengidentifikasi tiga kelompok pencatat gempa di Hindia-Belanda pada abad ke-19.
- Tiga kelompok pencatat tersebut adalah naturalis, dokter, dan ahli ilmu bumi.
- Tujuan ketiga kelompok pencatat adalah memastikan cara menghindari kemalangan dari fenomena alam.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.