Kepala Basarnas Banten Ungkap Alasan Tim SAR Tak Bisa Lakukan Penyelaman Cari Jurnalis Hilang
Tim SAR menyisir perairan Selat Sunda dari Dermaga Panjang hingga sekitar Gunung Anak Krakatau untuk mencari delapan orang, terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru, yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, namun hingga hari kedua belum ditemukan petunjuk karena tidak adanya sinyal marabahaya dari speedboat. Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, menyebut penyelaman bawah air tidak dapat dilakukan karena kondisi perairan di sekitar gunung berapi dan arus Selat Sunda tidak memungkinkan, sehingga pencarian dioptimalkan pada siang hari demi visibilitas. Operasi pencarian melibatkan 24 personel Basarnas Lampung dengan dua kapal RIB, berkoordinasi dengan Basarnas Banten, dan berlanjut karena cuaca serta aktivitas gunung masih memungkinkan operasi berjalan.
Poin-Poin Utama
- Pencarian hari kedua dilakukan Rabu (9/9/2026) untuk delapan orang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Korban terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru speedboat.
- Tim SAR menyisir Selat Sunda dari Dermaga Panjang ke Pulau Sebesi dan sekitar Gunung Anak Krakatau.
- Basarnas Lampung mengerahkan 24 personel dan dua kapal RIB (RIB 02 dan RIB 03).
- Basarnas Banten menjadi koordinator utama operasi pencarian.
- Pencarian dioptimalkan siang hari karena pertimbangan visibilitas jarak pandang.
- Penyelaman bawah air tidak dilakukan karena kondisi Gunung Anak Krakatau dan arus Selat Sunda tidak memungkinkan.
- Petugas belum dapat memastikan posisi terakhir speedboat karena tidak ada sinyal marabahaya atau distress signal.
- Pelacakan lewat telepon seluler para korban juga belum membuahkan hasil.
- Hingga hari kedua belum ditemukan benda atau petunjuk yang mengarah pada keberadaan korban.
- Kondisi cuaca dan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih memungkinkan tim SAR beroperasi.
- Korban pertama: Warta, 55 tahun, Kaptan Kapal, asal Kp. Kadaleman.
- Korban kedua: Surakman, 60 tahun, ABK, asal Kp. Pagadongan.
- Korban ketiga: Heriyanto, 49 tahun, Guide, asal Kp. Karawang Legon.
- Korban keempat: M. Bagus K, 28 tahun, Jurnalis Antara, asal Rangkas, Lebak.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.