Siswi Keracunan MBG Diduga Hilang Ingatan, Komisi IX DPR: BGN Tanggung Biaya
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menanggung biaya perawatan penuh siswi di Karo, Sumatera Utara bernama Febiona Purba (16) yang dilaporkan kehilangan ingatan hingga 70% setelah menjalani perawatan akibat keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Yahya menegaskan biaya pengobatan tidak boleh dibebankan kepada orang tua siswa jika kondisi tersebut terbukti dampak program MBG. Selain itu, ia meminta BGN melakukan investigasi tuntas atas kasus keracunan MBG yang terus bertambah, termasuk memastikan kepatuhan jarak antara waktu memasak dan penyajian makanan yang tidak boleh melebihi 4 jam.
Poin-Poin Utama
- Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menyoroti kasus siswi Karo bernama Febiona Purba (16) yang disebut mengalami gangguan ingatan 70%.
- Febiona mengalami gangguan ingatan pasca perawatan akibat keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
- Yahya meminta BGN menanggung biaya perawatan Febiona hingga sembuh total.
- Yahya menegaskan biaya perawatan tidak seharusnya dibebankan kepada orang tua siswa.
- Febiona dirujuk ke Rumah Sakit Adam Malik Medan untuk menjalani pemeriksaan EEG.
- Yahya meminta BGN melakukan investigasi tuntas atas kasus keracunan MBG.
- Yahya menyebut idealnya jarak antara makanan selesai dimasak dengan waktu makan tidak lebih dari 4 jam.
- Yahya menyatakan kepala dapur paling bertanggung jawab atas kejadian keracunan makanan.
- Kasus diumumkan/disoroti pada Kamis (10/9/2026) dan konfirmasi awal dilakukan Selasa (8/9).
- Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV Zulkarnain Barus mengonfirmasi informasi kondisi Febiona dari kepala sekolah.
- Yahya meminta rumah sakit dan dokter memastikan kondisi kesehatan Febiona, baik fisik maupun mental.
- Yahya meminta BGN membantu biaya karena kasus merupakan dampak pelaksanaan program MBG.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.