Kekayaan 3.795 Miliarder Dunia Capai Rp264.325 Triliun, Setara 1.154 Kali Anggaran MBG
Menurut Billionaire Census 2026 dari Altrata, terdapat 3.795 miliarder di dunia dengan total kekayaan USD15,1 triliun (Rp264.325,5 triliun), setara 1.154 kali anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia yang sebesar Rp229 triliun. Populasi miliarder tumbuh 8,2 persen pada 2025 (tercepat dalam lima tahun), namun pertumbuhan terkonsentrasi pada 29 'superbillionaires' yang menguasai 27,2 persen kekayaan total. Faktor utama pendorong konsentrasi kekayaan ini adalah investasi signifikan dalam kecerdasan buatan (AI) sejak 2023.
Poin-Poin Utama
- Total miliarder dunia saat ini berjumlah 3.795 orang.
- Kekayaan total miliarder dunia mencapai USD15,1 triliun atau sekitar Rp264.325,5 triliun.
- Jumlah miliarder tersebut setara 1.154 kali anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia sebesar Rp229 triliun.
- Kurs referensi yang digunakan adalah Rp17.505 per USD.
- Miliarder membentuk sekitar 0,00005 persen dari populasi dunia lebih dari 8 miliar orang.
- Kekayaan miliarder hampir setengah dari PDB Amerika Serikat yang mencapai USD32,5 triliun.
- Kekayaan miliarder mencapai hampir 30 persen dari gabungan PDB negara G7 sebesar USD52,06 triliun.
- Populasi miliarder tumbuh 8,2 persen pada 2025, laju pertumbuhan tercepat dalam lima tahun.
- Terdapat 29 orang yang memiliki kekayaan lebih dari USD50 miliar atau disebut superbillionaires.
- Kelompok superbillionaires menguasai USD4,1 triliun atau 27,2 persen dari total kekayaan miliarder.
- Pada 2017, hanya 10 orang berstatus superbillionaire dan menguasai 7,2 persen total kekayaan miliarder.
- Pada 2023, kelompok superbillionaires menguasai 16,3 persen dari total kekayaan miliarder.
- Nama-nama dominan di kelompok superbillionaires antara lain Elon Musk, Larry Page, Sergey Brin, Jeff Bezos, Larry Ellison, Mark Zuckerberg, Jensen Huang, dan Warren Buffett.
- Sumber utama kekayaan miliarder berasal dari 150 perusahaan publik yang diidentifikasi Altrata.
- Faktor paling menonjol pendorong pertumbuhan kekayaan menurut Direktur Riset Altrata Maeen Shaban adalah kecerdasan buatan (AI).
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.