Pasang Surut Seperempat Abad Partai Demokrat
Partai Demokrat muncul sebagai kekuatan baru pada era Reformasi dan berhasil membawa SBY ke kursi Presiden serta berkuasa selama satu dekade, dengan capaian elektoral tertinggi pada Pemilu 2009. Kejayaan itu mulai runtuh ketika sejumlah elite dan kader terdekat Yudhoyono terjerat kasus korupsi, sementara ketidakmampuan SBY mencalonkan diri lagi dan tidak adanya kader Demokrat dalam Pilpres 2014 menyebabkan perolehan suara partai anjlok. Setelah menjadi oposisi atau penyeimbang pada masa pemerintahan PDI-P, Demokrat tetap kesulitan meningkatkan suara pada Pemilu 2019 dan kini dibawah Agus Harimurti Yudhoyono berusaha mengembalikan kejayaannya.
Poin-Poin Utama
- Partai Demokrat berdiri pada 9 September 2001 di era Reformasi.
- Partai Demokrat didirikan sebagai kendaraan politik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menuju kepresidenan.
- Slogan Partai Demokrat adalah nasionalis religius.
- Pada Pemilu 2004, Demokrat meraih peringkat ke-5 dengan 8,4 juta suara atau 7,45 persen dari total suara.
- Demokrat mendapat 57 kursi DPR atau 10,18 persen pada Pemilu 2004.
- SBY berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK) memenangkan Pilpres 2004 dalam dua putaran.
- Pemerintahan SBY-JK periode 2004-2009 menjalankan program BLT, PNPM, dan Perjanjian Helsinki di Aceh.
- Semua partai kecuali PDI-P bergabung dalam koalisi pemerintahan SBY periode pertama.
- Pada Pemilu 2009, Demokrat meraih 21,7 juta suara atau 20,4 persen dari total suara.
- Demokrat menempatkan 150 wakil di DPR atau 26,4 persen pada Pemilu 2009.
- SBY berpasangan dengan Boediono memenangkan Pilpres 2009 dengan 73.874.562 suara atau 60,80 persen dari total suara sah.
- Kasus korupsi elite Demokrat di era SBY kedua termasuk Nazaruddin (suap Wisma Atlet SEA Games 2011), Anas Urbaningrum (Hambalang), Andi Alfian Mallarangeng (Hambalang), Angelina Sondakh, dan Jero Wacik.
- Partai Demokrat menggunakan jargon 'Katakan tidak pada korupsi'.
- Pada Pemilu 2014, Demokrat menempati posisi keempat dari 10 partai DPR dengan 12,7 juta suara atau 10,19 persen.
- Setelah Pemilu 2014, Demokrat berada di luar pemerintahan PDI-P dan mengambil posisi sebagai partai penyeimbang.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.