Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Hasil Pantauan Terbaru
Gunung Anak Krakatau erupsi pada 10 September 2026 pukul 09.10 WIB dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi 17 detik, serta masyarakat diimbau tidak mendekati kawah aktif dalam radius 3 km. BNPB telah mengecek kesiapsiagaan tsunami di pesisir Banten—Pandeglang, Serang, dan Cilegon—sejak 6 September 2026 berdasarkan indikator Tsunami Ready. Hasil pengecekan menunjukkan sebagian besar infrastruktur peringatan dini seperti sirene, jalur evakuasi, dan SOP berfungsi normal, meski WRS Gen di Tanjung Lesung masih dalam perbaikan.
Poin-Poin Utama
- Anak Krakatau erupted on 10 September 2026 at 09:10 WIB.
- Seismograph recorded maximum amplitude of 47 mm with 17-second duration.
- Eruption column height not visually observed.
- Public ordered to stay outside 3 km radius from active crater.
- BNPB checked tsunami preparedness across Banten coast following eruption.
- Tsunami readiness assessment conducted in Pandeglang, Serang, and Cilegon based on Tsunami Ready indicators.
- BNPB team deployed since 6 September 2026.
- Evaluations covered areas affected by 2018 Sunda Strait tsunami.
- Sites assessed in Pandeglang: Tanjung Lesung, Sumberjaya, Panimbangjaya.
- Tanjung Lesung's WRS Gen Warning Receiver System still under repair.
- Early warning sirens in Sumur and Panimbang sub-districts operational.
- Serang assessment covered Salira, Karang Suraga, and Anyar villages.
- Cilegon assessment conducted at Kubangsari urban village.
- BNPB confirmed operational SOPs, active facilitators, and functional tsunami siren at Cilegon kelurahan office.
- Data sourced from MAGMA Indonesia and BNPB spokesperson Berton SP Panjaitan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.