Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Tekno Netral

Pakar UGM: Enam Gunung yang Meletus Bersamaan tidak dalam Satu Sistem

Kamis, 10 September 2026, 09:04 WIB Sumber: Media Indonesia Dibaca 1 kali
Ukuran:

Anak Krakatau, Semeru, Ile Lewotolok, Ibu, Lewotobi Laki-laki, dan Sinabung—bukan berada dalam satu sistem vulkanik, melainkan merupakan irisan siklus aktivitas berbeda di berbagai lokasi Indonesia. Ia menegaskan setiap gunung memiliki sistem magma lokal sehingga erupsi satu gunung tidak memicu gunung lain, kecuali gempa tektonik seperti di Flores yang dapat membangkitkan aktivitas vulkanik. Masyarakat diimbau memperhatikan status dan karakter erupsi masing-masing gunung untuk menentukan tingkat bahaya dan kewaspadaan.

Poin-Poin Utama

  • Enam gunung meletus hampir bersamaan: Anak Krakatau, Semeru, Ile Lewotolok, Ibu, Lewotobi Laki-laki, dan Sinabung.
  • Dr. Indranova Suhendro, dosen Fakultas Geografi UGM, menyampaikan pernyataan pada hari Selasa di kampus UGM.
  • Enam gunung tersebut tersebar di Sumatra, Jawa, Selat Sunda, Nusa Tenggara, dan Maluku.
  • Indranova menyatakan keenam gunung tidak berada dalam satu sistem vulkanik yang sama.
  • Setiap gunung api memiliki karakteristik dan siklus aktivitas yang berbeda.
  • Semeru dan Anak Krakatau memiliki frekuensi erupsi tinggi, sementara gunung lain memiliki periode istirahat lebih panjang.
  • Indranova menyebut kesamaan waktu erupsi lebih tepat dilihat sebagai pertemuan siklus aktivitas, masalah timing.
  • Setiap gunung memiliki sistem magma lokal, sehingga erupsi satu gunung tidak memicu gunung lain.
  • Sinabung, Ibu, dan Semeru dapat mengalami erupsi freatik akibat pemanasan air oleh magma tanpa kenaikan kegempaan vulkanik yang jelas.
  • Anak Krakatau mengalami erupsi magmatik eksplosif terkait magma dengan kandungan gas tinggi.
  • Aktivitas kegempaan vulkanik Lewotobi Laki-laki dan Ile Lewotolok meningkat drastis setelah gempa di Flores.
  • Gunung Ruang meletus tahun 2024 setelah gempa berkekuatan 6.5 M di sekitar Halmahera.
  • Awan panas Semeru dapat bergerak mengikuti lereng dengan suhu dan kecepatan tinggi.
  • Sinabung, Ibu, dan Anak Krakatau menghasilkan material jatuhan yang penyebarannya dipengaruhi angin.
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#erupsi#mitigasi bencana#vulkanologi#gunung berapi#semeru#ugm#magma indonesia#sinabung#lewotobi laki-laki#ile lewotolok#ibu
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya