Kantor DPRD Manggarai Timur Tidak Layak Pakai Akibat Gempa Flores
Kantor DPRD Kabupaten Manggarai Timur, NTT, dinyatakan tidak layak pakai pascagempa Flores sejak 15 Agustus, sehingga aktivitas di gedung dibatasi demi keselamatan. Sejumlah fasilitas publik lain, termasuk Mal Pelayanan Publik, puskesmas, sekolah, dan kantor perbankan, juga mengalami kerusakan serupa. Pemerintah daerah menerapkan sistem label warna (hijau, kuning, merah) untuk mengklasifikasikan kelayakan bangunan, dengan bangunan berkategori merah wajib dikosongkan karena risiko gempa susulan masih ada.
Poin-Poin Utama
- Kantor DPRD Kabupaten Manggarai Timur dinyatakan tidak layak digunakan pascagempa Flores.
- Gempa Flores mengguncang wilayah tersebut sejak 15 Agustus.
- Gedung DPRD masuk daftar bangunan tidak aman berdasarkan hasil pemeriksaan teknis.
- Aktivitas di dalam gedung DPRD kini dibatasi ketat untuk menghindari risiko keselamatan.
- Bangunan lain yang terdampak meliputi Mal Pelayanan Publik, Perpustakaan Daerah, Kantor Koperasi, dan Kantor Dinas Lingkungan Hidup.
- Sektor kesehatan dan pendidikan juga terdampak, dengan sejumlah puskesmas dan sekolah masuk daftar bangunan rusak.
- Fasilitas perbankan yang rusak meliputi Kantor Bank NTT dan Bank Lunas Ganda.
- Otoritas terkait sedang melakukan klasifikasi kelayakan bangunan untuk menentukan langkah penanganan.
- Pemerintah menggunakan sistem label warna: Hijau (Aman), Kuning (Penggunaan Terbatas), Merah (Tidak Aman).
- Kategori Kuning hanya memperbolehkan penggunaan pada bagian bangunan yang dinyatakan stabil.
- Kategori Merah melarang penggunaan bangunan karena berisiko membahayakan keselamatan.
- Ferdinandus menyatakan bangunan kategori merah wajib dikosongkan sepenuhnya.
- Ferdinandus menyampaikan pernyataan tersebut pada Kamis (10/9).
- Pengosongan dilakukan karena aktivitas kegempaan di Flores masih berlangsung dan potensi gempa susulan masih ada.
- Pemerintah daerah berupaya menjaga roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan efektif dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.