Tanpa Gaduh, Tanpa Ricuh, Pedagang Pasar Subuh Kramat Jati Tinggalkan Trotoar
Sebanyak 614 pedagang Pasar Subuh Kramat Jati, Jakarta Timur, direlokasi secara bertahap pada 24-31 Agustus 2026 ke beberapa lokasi binaan setelah kecelakaan yang disebabkan ceceran limbah pedagang hasil laut menewaskan seorang pelajar pada 17 Agustus 2026. Pedagang seperti Trikam mengakui fasilitas baru jauh lebih baik meski khawatir kehilangan pelanggan karena lokasi tak lagi di tepi jalan. Gubernur Pramono menegaskan penataan kawasan yang sudah berlangsung lebih dari 50 tahun ini memerlukan dukungan pedagang dan tokoh masyarakat.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.