Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Kebocoran Informasi di Pentagon?
Pejabat Pentagon membatasi akses media setelah puluhan perwira diperiksa dengan poligraf terkait kebocoran informasi tentang menipisnya stok rudal Patriot AS akibat perang di Iran sejak Februari, di mana perang telah menghabiskan 65 persen stok Patriot dan 38 persen stok rudal pencegat THAAD. Kebijakan baru mewajibkan wartawawan menandatangani perjanjian hanya menggunakan sumber resmi pemerintah, yang ditolak keras oleh media AS karena dianggap membatasi pengawasan publik terhadap aktivitas militer.
Poin-Poin Utama
- Sekitar 50 anggota Staf Gabungan AS diperiksa dengan poligraf pada Agustus 2026.
- Pemeriksaan poligraf massal terkait dugaan kebocoran informasi soal menipisnya stok amunisi AS.
- Para perwira ditanya apakah pernah memberikan informasi rahasia kepada wartawanan.
- Pemeriksaan melibatkan sejumlah pejabat Komando Pusat AS dan komandan komando tempur.
- Sejauh ini tidak ada orang yang diidentifikasi sebagai sumber kebocoran.
- Pejabat Pentagon Sean Parnell menyatakan klaim kekurangan amunisi tidak benar.
- Perang melawan Iran pecah pada 28 Februari di bawah perintah Presiden Trump.
- Perang Iran telah menghabiskan sedikitnya 1.500 rudal Patriot atau setara 65 persen stok AS.
- Persediaan rudal pencegat THAAD menurun sedikitnya 38 persen dibandingkan sebelum perang.
- AS telah pasokan ratusan rudal Patriot ke Ukraina selama 4,5 tahun.
- Pentagon menetapkan ketentuan baru bagi wartawanan peliput.
- Wartawanan harus menandatangani persetujuan hanya memakai sumber resmi untuk informasi sensitif.
- Kalau melanggar atau menolak tanda tangan, wartawanan dilarang meliput di Pentagon.
- Sejumlah media AS menuding pemerintah mengendalikan pesan dan merintangi akses.
- Media menilai kebijakan ini melawan Amendemen Pertama dan kepentingan publik.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.