Diisukan meletus hebat, BRIN sebut Anak Krakatau masih fase inkubasi
Peneliti BRIN Aditya Pratama menyatakan Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada dalam fase inkubasi sehingga potensi letusan dahsyat pembentuk kaldera masih cukup jauh, berbeda dengan Krakatau tua dan Krakatau muda yang memiliki dapur magma di kedalaman sangat dangkal menjelang kehancurannya. Berdasarkan riset terbaru, dapur magma Anak Krakatau teridentifikasi berada di kedalaman 7,4 hingga 26,6 kilometer dan karakteristik magmanya terus mengalami evolusi yang membedakannya dengan periode sebelumnya. Meskipun potensi letusan besar tetap ada seiring berjalannya waktu, proses pematangan tersebut diprediksi memakan waktu yang sangat lama sehingga memberikan ruang antisipasi bagi masyarakat.
Poin-Poin Utama
- Peneliti BRIN Aditya Pratama menyatakan Gunung Anak Krakatau masih dalam fase inkubasi.
- Potensi letusan dahsyat pembentuk kaldera di Gunung Anak Krakatau masih cukup jauh.
- Sistem gunung api di Selat Sunda terbagi dalam tiga periode utama.
- Periode tersebut adalah Krakatau tua, Krakatau muda, dan Anak Krakatau.
- Anak Krakatau muncul perlahan pascaletusan besar tahun 1883.
- Pola letusan pembentuk kaldera melalui tahapan inkubasi, pematangan, fermentasi, dan letusan besar.
- Dapur magma Anak Krakatau berada pada kedalaman 7,4 hingga 26,6 kilometer.
- Temuan ini dipublikasikan dalam Jurnal Frontiers in Earth Science.
- Krakatau tua dan Krakatau muda memiliki dapur magma sangat dangkal menjelang kehancurannya.
- Setidaknya dua siklus pembentukan kaldera terjadi pada abad ke-4, ke-5, ke-6, dan tahun 1883.
- Tim peneliti melakukan analisis petrografi dan geokimia terhadap belasan sampel batuan.
- Karakteristik magma Anak Krakatau terus mengalami evolusi yang berbeda dari periode sebelumnya.
- Kandungan mineral olivin ditemukan pada sampel batuan Anak Krakatau.
- Kondisi dapur magma saat ini memiliki perbedaan komposisi kimia yang mendasar.
- Pemahaman ini diharapkan dapat membantu pemerintah menyempurnakan strategi mitigasi kebencanaan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.