Beranda Jumat, 18 September 2026

!online

Lingkungan Netral

Segera Dievakuasi dari Bukittinggi, Rantai Gajah Zidan Kini Lebih Panjang

Jumat, 18 September 2026, 18:06 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Rantai pendek yang mengekang gajah Zidan di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, Bukittinggi, akhirnya diganti dengan rantai yang lebih panjang untuk persiapan evakuasinya. Mahout dari Pusat Latihan Gajah Sebanga, Riau, telah tiba dan sedang melakukan observasi sebelum gajah tersebut dipindahkan ke Sumatera Utara atau Riau pekan depan. Gajah Zidan dirantai pendek selama tiga tahun terakhir karena menjadi sangat agresif dan berulang kali mencederai mahoutnya, sehingga evacuation diperlukan untuk keselamatan bersama.

Poin-Poin Utama

  • Rantai pendek gajah Zidan di TMSBK Bukittinggi diganti dengan rantai lebih panjang.
  • Mahout dari Pusat Latihan Gajah Sebanga, Riau, arrived pada 16 September 2026 untuk observasi.
  • Rantai gajah sebelumnya sepanjang 3-4 meter.
  • Gajah Zidan diperkirakan dievakuasi pekan depan ke Sumatera Utara atau Riau.
  • Pasangan Zidan bernama Lia juga akan dievakuasi.
  • Kondisi gajah Zidan menjadi sorotan media sosial sepekan lalu.
  • Akun Instagram @melaniesubono mengunggah video kondisi gajah tersebut.
  • Gajah Zidan masuk TMSBK pada 2001 saat berusia sembilan tahun.
  • Kematian pasangan Zidan, gajah Bita, pada 2017 memengaruhi perilakunya.
  • Gajah Lia pengganti pasangan Zidan kini berusia 31 tahun.
  • Zidan menjadi agresif dan mencederai mahout sejak tiga tahun lalu.
  • Tiga mahout telah diganti karena tidak mampu menangani Zidan.
  • BBKSDA Riau berkirim surat berulang kali pada 2024 dan 2025 terkait penanganan Zidan.
  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni berkunjung ke TMSBK pada Juni 2025.
  • Panjang rantai baru memungkinkan Zidan lebih leluasa berjalan di kandangnya.
Tagar Terkait
#kesejahteraan hewan#bukittinggi#gajah sumatera#perlindungan satwa#evakuasi hewan#taman margasatwa dan budaya kinantan#bksda sumatera barat
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya