Beranda Jumat, 18 September 2026

!online

Sosial Netral

Pendataan Bansos Jakarta Perlu Sesuaikan Kondisi Ekonomi dan Karakteristik Wilayah

Selasa, 15 September 2026, 18:03 WIB Sumber: Kompas Dibaca 5 kali
Ukuran:

Pendataan penerima bantuan sosial di Jakarta perlu diperbaiki agar lebih mencerminkan kondisi ekonomi warga, termasuk tingkat penghasilan dan beban hidup yang berbeda dengan daerah lain. Ketua Komisi E M Subki meminta Dinas Sosial memperkuat Pusdatin untuk menyelesaikan masalah data desil yang masih menimbulkan keresahan masyarakat terhadap program seperti KJP Plus, KJMU, dan BPJS Kesehatan. Anggota Komisi C Gias Kumari Putra mengusulkan pembukaan posko pengaduan data desil di setiap kelurahan agar warga dapat mengklarifikasi data yang tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mereka.

Poin-Poin Utama

  • Data penerima bantuan sosial di Jakarta perlu dibenahi agar mencerminkan kondisi ekonomi warga.
  • Perbedaan tingkat penghasilan dan beban hidup warga Jakarta harus menjadi pertimbangan pendataan.
  • Ketua Komisi E DPRD Jakarta M Subki meminta Dinas Sosial memperkuat Pusat Data dan Informasi.
  • Ketidaksesuaian data desil menimbulkan keresahan di masyarakat.
  • Dampak ketidaksesuaian data dirasakan pada program KJP Plus, KJMU, dan BPJS Kesehatan.
  • Tingkat penghasilan dan beban hidup warga Jakarta berbeda dengan daerah lain.
  • Indikator nasional perlu disesuaikan dengan kondisi setiap wilayah di Jakarta.
  • Pengelolaan data secara mandiri dapat diterapkan untuk bansos yang dibiayai APBD.
  • Data terintegrasi dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
  • DTSEN mengelompokkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dalam 10 desil.
  • Desil 1 menunjukkan kelompok kesejahteraan paling rendah dan desil 10 paling tinggi.
  • Gias Kumari Putra meminta Bapenda membuka posko pengaduan data di setiap kelurahan.
  • Ketidaksesuaian data menyulitkan warga mengakses program bantuan pemerintah.
  • Seorang wali murid harus ke Bapenda untuk klarifikasi karena tercatat memiliki harta lebih dari Rp1 miliar.
  • Farah (30), warga Jakarta Pusat, tercatat dalam desil 9 padahal merasa kondisi ekonominya sesuai desil 5.
Tagar Terkait
#jakarta#bansos#dtsen#bantuan sosial#kebijakan sosial#data desil#kjmu#kjp plus
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya