SCG Dorong Transisi Hijau Inklusif ASEAN
SCG melalui ESG Symposium 2026 di Bangkok mendesak negara-negara ASEAN menempuh transisi hijau inklusif dengan tiga agenda utama yaitu transisi energi, transisi yang adil, dan adaptasi iklim. Forum tersebut menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan bukanlah pilihan yang berlawanan, serta mempertemukan berbagai pemangku kepentingan termasuk perwakilan Indonesia dari FPCI dan Bappenas untuk mendiskusikan aksi nyata. SCG juga memaparkan inisiatif di Indonesia seperti pemanfaatan RDF yang telah mengolah 62.790 ton sampah perkotaan menjadi bahan bakar alternatif, program GESARI yang mendukung lebih dari 78 UMKM, dan program Clean Water for All untuk memperkuat ketahanan air.
Poin-Poin Utama
- SCG gelar ESG Symposium 2026 pada 1 September 2026 di Bangkok, Thailand.
- Tema acara adalah "ASEAN in Action: Powering Inclusive Green Transition".
- Forum mempertemukan pembuat kebijakan, pelaku usaha, organisasi internasional dan akademisi.
- Tiga agenda utama dibahas, yaitu transisi energi, transisi yang adil dan adaptasi iklim.
- President dan CEO SCG Thammasak Sethaudom menyatakan transisi hijau harus perkuat ketahanan energi dan daya saing.
- Agenda transisi energi membahas percepatan peralihan menuju energi bersih yang aman dan kompetitif.
- Agenda transisi yang adil menyoroti akses UMKM, pekerja dan masyarakat terhadap pengetahuan, teknologi, keterampilan dan modal.
- Agenda adaptasi iklim menekankan penguatan kesiapan menghadapi dampak perubahan iklim terkait ketahanan air.
- Dino Patti Djalal dari FPCI menyampaikan perspektif Indonesia dalam sesi transisi energi.
- Puspita Suryaningtyas dari Kementerian PPN/Bappenas mewakili Indonesia dalam agenda adaptasi iklim.
- SCG memanfaatkan Refuse-Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif dalam produksi semen.
- Program RDF telah memanfaatkan 62.790 ton sampah perkotaan dalam satu tahun.
- Gerakan Desa Berdikari (GESARI) telah mendukung lebih dari 78 UMKM lokal sejak 2019.
- Program Clean Water for All perkuat ketahanan air melalui teknologi dan partisipasi masyarakat.
- Kolaborasi antarpemangku kepentingan perlu diarahkan dari diskusi menuju aksi nyata.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.