Nihil, Hari Kedelapan Pencarian Delapan Orang Hilang di Selat Sunda
Operasi pencarian hari kedelapan terhadap delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal cepat Arupadhatu 1 masih dilakukan di Selat Sunda. Hingga saat ini, 20 kapal dan 647 personel SAR gabungan telah dikerahkan membagi wilayah pencarian menjadi lima sektor dengan luas keseluruhan sekitar 3.962 mil laut persegi, namun belum ditemukan tanda keberadaan delapan orang tersebut. Operasi akan diperpanjang selama tiga hari setelah tujuh hari pencarian sebelumnya belum membuahkan hasil.
Poin-Poin Utama
- Pencarian hari kedelapan di Selat Sunda berlangsung pada 15 September 2026.
- Delapan orang hilang terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1.
- Sebanyak 20 kapal dikerahkan dalam operasi pencarian hari kedelapan.
- Tim SAR gabungan terdiri dari 647 personel dengan rincian 325 di laut dan 322 di darat.
- Wilayah pencarian dibagi menjadi lima sektor dengan luas total sekitar 3.962 mil laut persegi.
- Penyisiran darat sebelumnya dilakukan di Pulau Sertung, Pulau Rakata, dan Pulau Panjang.
- Kawasan pesisir dari Carita hingga Anyer telah diperiksa namun belum menemukan korban.
- Jangkauan pencarian diperluas hingga pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano.
- Tim SAR menerjunkan sea rider dan menerbangkan drone hingga 500 meter dari pesisir Gunung Anak Krakatau.
- KN SAR Tetuka dikerahlan untuk memeriksa informasi keberadaan kapal di dekat Gunung Anak Krakatau.
- Hasil penyisiran di sekitar Gunung Anak Krakatau tidak menemukan objek yang berkaitan dengan Arupadhatu 1.
- PVMBG mencatat aktivitas vulkanik dangkal Gunung Anak Krakatau menyimpan potensi peningkatan energi.
- Lima jurnalis yang hilang adalah Muhammad Bagus Khoirunas, Arie Basuki, Yudistiro Pranoto, Firdaus Wajidi, dan Donal Husni.
- Tiga awak kapal yang hilang adalah Warta sebagai kapten, Sukarman sebagai awak kapal, dan Heriyanto sebagai pemandu.
- Operasi SAR diperpanjang selama tiga hari setelah tujuh hari pencarian awal belum membuahkan hasil.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.