Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Daerah Netral

Lirabica Desak Penutupan Penangkaran Monyet di Mesuji Lampung

Rabu, 9 September 2026, 00:50 WIB Sumber: Sindonews
Ukuran:

Miss Earth 2019 Lirabica mendesak penutupan penangkaran monyet di Kabupaten Mesuji, Lampung, setelah perusahaan ternama di lokasi tersebut mengekspor 1.928 monyet pada Juni 2026, padahal Indonesia sudah menghentikan ekspor monyet sejak 2022. Lirabica menilai kegiatan tersebut melanggar hukum perlindungan hewan dan berdampak negatif secara moral serta spiritual, sekaligus menekankan pentingnya empati terhadap hewan. Dukungan global terhadap larangan uji coba dan penjualan produk hasil uji hewan juga terus meluas, dipelopori Uni Eropa sejak 2013 dan diikuti 45 negara termasuk Inggris, Norwegia, Kanada, Korea Selatan, Taiwan, India, Australia, dan Selandia Baru.

Poin-Poin Utama

  • Miss Earth 2019 Lirabica mendesak penutupan penangkaran monyet di Kabupaten Mesuji, Lampung.
  • Penangkaran monyet tersebut dikelola sebuah perusahaan ternama.
  • Pada Juni 2026, terjadi ekspor 1.928 monyet dari fasilitas tersebut.
  • Indonesia sudah menghentikan ekspor monyet sejak tahun 2022.
  • Lirabica menyatakan kegiatan yang tidak melindungi kesejahteraan hewan berpotensi melanggar hukum di Indonesia.
  • Lirabica menilai kegiatan tersebut menimbulkan dampak negatif secara moral dan spiritual.
  • Lirabica menekankan pentingnya empati terhadap hewan sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan.
  • Sebanyak 45 negara telah melarang total uji coba hewan dan penjualan produk baru hasil uji hewan.
  • UNI Eropa mempelopori larangan pengujian dan pemasaran produk hasil uji hewan pada tahun 2013.
  • Inggris, Norwegia, Kanada, Korea Selatan, Taiwan, India, Australia, dan Selandia Baru juga memberlakukan larangan serupa.
  • Pernyataan Lirabica disampaikan pada Selasa, 8 September 2026.
Tagar Terkait
#lampung#lirabica#monyet#mesuji#ekspor monyet#kesejahteraan hewan#uji coba hewan#miss earth
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.

Buka Sumber di Sindonews

Warta Terkini Lainnya