Rumah Impian di Tengah Tekanan Harga
Kenaikan harga bahan bangunan mencapai 9,5 persen pada Agustus 2026, tertinggi dalam satu dekade terakhir, dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah yang meningkatkan biaya energi dan distribusi. Keluarga Adi dan Rani di Depok mengalami langsung dampak kenaikan harga ini ketika anggaran renovasi rumah tidak mencukupi hingga penyelesaian proyek tertunda. Kenaikan harga paling signifikan terjadi pada aluminium yang naik sekitar 27 persen, sementara kenaikan untuk pengembang bisa mencapai 17 persen.
Poin-Poin Utama
- Inflasi bahan bangunan mencapai 9,5 persen pada Agustus 2026, tertinggi dalam satu dekade.
- Kenaikan harga bahan bangunan untuk kontrak pembangunan baru dapat mencapai 17 persen.
- Kenaikan biaya yang ditanggung sebagian kontraktor individu mencapai 20 persen.
- Harga aluminium naik 25,4 persen pada Mei dan 27 persen pada Juni 2026.
- Komponen dinding dan kusen menyumbang 55-60 persen dari biaya konstruksi.
- Kabel listrik, aspal, batako, dan circuit breaker mengalami kenaikan harga lebih dari 10 persen.
- Harga minyak dunia bergerak dari kisaran 65-70 dolar AS per barel pada 2025 ke 85-91 dolar AS per barel pada 2026.
- ICP Indonesia pada Agustus 2026 mencapai 89,43 dolar AS per barel, naik dari 81,68 dolar AS pada Juli 2026.
- Lonjakan harga minyak dunia didorong oleh perang di Timur Tengah pada triwulan II-2026.
- AKI menyebut kenaikan harga BBM dalam negeri tertahan tinggi akibat kenaikan harga minyak mentah dunia.
- Kenaikan harga minyak meningkatkan biaya logistik dan ongkos pengolahan material.
- Kenaikan harga semen lebih rendah karena lonjakan terbesar telah terjadi sepanjang 2025.
- Keluarga Adi dan Rani di Depok memulai renovasi rumah mulai Februari 2026.
- Proyek renovasi keluarga Adi dan Rani berhenti sementara karena anggaran habis.
- Railing besi untuk balkon dan tangga belum terpasang akibat keterbatasan anggaran.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.