Daya Saing Investasi Hulu Migas Bergantung pada Kepastian Proyek
proyek strategis seperti Abadi Masela dan North Hub/Geng North–Gehem perlu dikawal hingga tahap realisasi agar kepercayaan investor tetap terjaga dan berdampak pada peningkatan cadangan dan produksi migas.
Poin-Poin Utama
- PHR mengembangkan MNK Rokan sebagai proyek migas non-konvensional pertama di Indonesia.
- Daya saing investasi hulu migas bergantung pada kepastian kebijakan, regulasi, pasar, dan kecepatan proyek.
- Indonesia memiliki potensi sumber daya migas yang besar namun memerlukan kondisi investasi kompetitif.
- Risiko bawah tanah Indonesia termasuk tiga atau empat terbesar di Asia Pasifik.
- Faktor risiko di atas permukaan meliputi kepastian politik, regulasi, birokrasi, dan infrastruktur.
- Perusahaan internasional yang melihat Indonesia sebagai tujuan investasi potensial meliputi Eni, Petronas, dan Mubadala.
- Jarak waktu panjang antara penemuan cadangan dan produksi menurunkan nilai keekonomian proyek.
- Pemerintah telah melakukan perbaikan dari sisi fiskal untuk menarik investasi migas.
- Proyek migas Indonesia harus bersaing dengan portofolio investasi di negara lain.
- Proyek Abadi Masela dan North Hub/Geng North–Gehem termasuk agenda yang perlu dikawal.
- Persaingan memperoleh alokasi modal di tingkat global semakin ketat menurut Regional President Asia Pacific bp Kathy Wu.
- Kemitraan strategis dengan pemerintah menjadi faktor penting membangun kepercayaan investor.
- ExxonMobil telah beroperasi di Indonesia selama 128 tahun.
- Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu menjadi penopang produksi minyak nasional.
- Indikator keberhasilan investasi meliputi tambahan investasi, peningkatan cadangan, produksi, dan lifting.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.