Beranda Sabtu, 19 September 2026

!online

Energi Netral

Ironi Jargas di Daerah Penghasil Migas

Sabtu, 19 September 2026, 15:07 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Sidoarjo sebagai daerah penghasil migas yang telah dieksplorasi selama puluhan tahun ternyata baru 4,4 persen dari total 672.426 rumah tangga yang mengakses jaringan gas (jargas), padahal pembangunan jargas di daerah itu telah dimulai sejak 2010. Warga yang telah menggunakan jargas mengaku pengeluaran untuk bahan bakar memasak berkurang hingga 50 persen dibandingkan menggunakan elpiji. Selain itu, masyarakat Sidoarjo justru masih menanggung dampak negatif eksplorasi migas seperti semburan lumpur panas Lapindo di Kecamatan Porong yang aktif sejak tahun 2006.

Poin-Poin Utama

  • Sidoarjo merupakan daerah penghasil migas di Jawa Timur.
  • Eksplorasi migas telah berlangsung lebih dari 30 tahun di Sidoarjo.
  • Pembangunan jargas di Sidoarjo dimulai tahun 2010.
  • Peresmian jargas di Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi, dilakukan pada 18 September 2026.
  • Total sambungan jargas di Sidoarjo mencapai 29.961 SR.
  • Jargas tersebar di empat kecamatan, yaitu Waru, Tanggulangin, Candi, dan Sidoarjo.
  • Jumlah rumah tangga di Sidoarjo tahun 2023 sebanyak 672.426.
  • Baru 4,4 persen rumah tangga Sidoarjo yang dapat mengakses jargas.
  • Warga Linda Widaningsih rata-rata menghabiskan tiga tabung elpiji 3 kg per bulan.
  • Pengeluaran Linda untuk elpiji mencapai sekitar Rp 70.000 per bulan.
  • Harga elpiji 3 kg di agen Rp 20.000 per tabung dan diantar ke rumah Rp 23.000.
  • Biaya memasak dapat dipangkas hingga 50 persen setelah menggunakan jargas.
  • Setelah menggunakan jargas, Linda membayar Rp 35.000 hingga Rp 50.000 per bulan.
  • Semburan lumpur panas Lapindo di Kecamatan Porong berlangsung sejak tahun 2006.
  • Semburan lumpur menenggelamkan desa di tiga kecamatan, yaitu Porong, Tanggulangin, dan Jabon.
Tagar Terkait
#sidoarjo#kementerian esdm#migas#jargas#lapindo#jaringan gas#pt minarak brantas inc#blok brantas#pt lapindo brantas inc
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya