Teka-teki Petroyuan dan Dedolarisasi Selepas Arab Saudi Keluar dari mBridge
Arab Saudi resmi keluar dari proyek mBridge pada Mei 2025 setelah menyelesaikan uji coba konsep pembayaran lintas negara menggunakan mata uang digital bank sentral yang dikembangkan China bersama BIS dan beberapa bank sentral lainnya. Meskipun penggunaan yuan dalam perdagangan global meningkat, dolar AS tetap mendominasi cadangan devisa dunia dengan pangsa sekitar 57 persen pada kuartal pertama 2026, sehingga konsep petroyuan dan dedolarisasi belum mampu menggantikan dominasi petrodollar dalam waktu dekat.
Poin-Poin Utama
- Arab Saudi keluar dari mBridge pada 13 Mei 2025.
- Pengumuman tersebut dimuat Financial Times pada 20 September 2026.
- Bank Sentral Arab Saudi (SAMA) menyatakan penghentian partisipasi sesuai rencana awal.
- Houthi menyerang Riyadh dan sejumlah wilayah Arab Saudi pada Minggu.
- Riyadh membalas dengan melancarkan 28 serangan udara ke posisi Houthi di Yaman.
- Konflik Riyadh-Houthi terus berlangsung sejak Juli 2026.
- Pangeran Mohammed bin Salman meminta bantuan AS untuk menghadapi Houthi.
- Trump menolak mengizinkan serangan langsung AS, tetapi Washington tetap memberi dukungan intelijen.
- mBridge dikembangkan BIS bersama bank sentral China, Hong Kong, Thailand, dan Uni Emirat Arab.
- Arab Saudi menjadi peserta penuh mBridge pada 2024 untuk menguji pembayaran lintas negara menggunakan CBDC.
- BIS menarik diri dari mBridge pada Oktober 2024.
- Agustin Carstens menyatakan mBridge sudah cukup matang untuk dilanjutkan oleh bank sentral mitra.
- Pada November 2023, SAMA dan People's Bank of China menandatangani perjanjian pertukaran mata uang tiga tahun dengan nilai maksimum 50 miliar yuan.
- Porsi perdagangan China yang diselesaikan dengan yuan naik dari kurang dari 20% pada 2021 menjadi sekitar 35%.
- Dolar AS mencakup 57,13% cadangan devisa dunia pada Kuartal I 2026, naik dari 56,42% pada kuartal sebelumnya.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.