IRGC Klaim AS Tidak Memiliki Keberanian Akui Kekalahan
Israel. Selain itu, rudal-rudal Iran berhasil menghantam pusat-pusat intelijen AS di kawasan Teluk dan Irak utara, yang membuktikan fasilitas-fasilitas tersebut tidak berada di luar jangkauan Iran.
Poin-Poin Utama
- Hossein Mohebbi adalah juru bicara Pasukan Garda Revolusi Islam Iran.
- Mohebbi menyatakan Amerika Serikat tidak memiliki keberanian mengakui kekalahan dalam perang.
- Mohebbi menyebut kekalahan AS bersifat bersejarah dan memalukan.
- Iran menutup Selat Hormuz sebagai tanggapan atas perang gabungan AS-Israel.
- Washington gagal membuka kembali Selat Hormuz.
- AS mengerahkan seluruh kemampuannya namun tetap tidak mampu membuka Selat Hormuz.
- Pangkalan-pangkalan AS di kawasan menjadi beban bagi Washington.
- Investasi keamanan AS berbalik menjadi ancaman setelah pangkalan diserang Iran.
- Rudal-rudal Iran menghantam pusat intelijen AS di kawasan Teluk.
- Rudal-rudal Iran juga menghantam pusat intelijen AS di Irak utara.
- Mohebbi menyatakan fasilitas intelijen AS tidak berada di luar jangkauan Iran.
- Serangan tersebut disebut sebagai kekalahan intelijensi besar bagi AS.
- Iran memperingatkan akan ada perubahan signifikan dalam operasi pertahanannya.
- Iran siap melancarkan serangan balasan jika AS melakukan serangan baru.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.