Ranjau Laut Selat Hormuz Makan Korban, Kapal Kontainer Karam
besaran pada akhir Februari lalu, yang memicu perang di kawasan Timur Tengah. Insiden ini terjadi dalam rangkaian rentetan insiden maritim di perairan Selat Hormuz, dengan beberapa kapal lainnya juga mengalami serangan pada periode yang sama.
Poin-Poin Utama
- Sebuah kapal kontainer terbakar dan tenggelam di perairan Selat Hormuz setelah menghantam ranjau laut.
- Insiden terjadi saat kapal mencoba melintasi Selat Hormuz melalui rute yang tidak sah.
- Selat Hormuz dilintasi seperlima dari total pasokan energi global.
- Iran efektif memblokade Selat Hormuz setelah AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran pada akhir Februari.
- Kapal mengangkut lebih dari 2.500 muatan kontainer.
- Kapal tenggelam di perairan sebelah selatan Selat Hormuz pada Rabu 14 Oktober pagi.
- Puluhan kontainer jatuh dan mengapung di permukaan air.
- Muatan kapal yang tenggelam tidak diketahui secara jelas.
- Kehidupan awak kapal tidak diketahui secara jelas.
- Identitas kapal, bendera negara asal, dan operator tidak disebutkan dalam pernyataan IRGC.
- Perusahaan keamanan Inggris, Vanguard, melaporkan kapal berbendera Singapura bernama GFS Pride tenggelam.
- Kapal GFS Pride terkena proyektil pada Selasa 13 Oktober.
- Tiga kapal lainnya juga terkena serangan di perairan Selat Hormuz pada 13 Oktober.
- Dua kapal kontainer terkena proyektil pada 13 Oktober dan mengalami kerusakan ringan.
- IRGC memperingatkan kontainer-kontainer dari kapal tenggelam kini mengapung di permukaan laut.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.