Bunga Tinggi dan Permintaan Melemah, Pengusaha Tahan Ekspansi Kredit
Tinggi bunga dan permintaan produk yang lemah membuat pelaku usaha menahan penarikan kredit, dengan fasilitas kredit belum ditarik mencapai Rp2.548 triliun pada Juli 2026. Pertumbuhan kredit korporasi yang tinggi didominasi pembiayaan BUMN untuk proyek strategis, sementara kredit UMKM hanya tumbuh 1,6%. Investasi yang masuk juga bersifat padat modal sehingga kurang optimal dalam menciptakan lapangan kerja.
Poin-Poin Utama
- Bunga tinggi menjadi faktor utama pelaku usaha menahan penarikan kredit.
- Permintaan terhadap produk dan jasa belum cukup kuat untuk mendorong ekspansi bisnis.
- Undrawn loan mencapai Rp2.548 triliun pada Juli 2026.
- Nilai undrawn loan naik 7,80% yearly dibandingkan posisi Rp2.364 triliun pada Juli 2025.
- Biaya bunga masih tinggi dan cenderung meningkat.
- Kenaikan nilai undrawn loan mencerminkan sikap kehati-hatian pengusaha.
- Sektor padat karya bergelut dengan persediaan barang yang tinggi.
- Perusahaan menyesuaikan volume produksi dan menunda perluasan kapasitas.
- Kredit korporasi tumbuh sekitar 22%.
- Kredit UMKM hanya tumbuh 1,6%.
- Lonjakan kredit korporasi ditopang pembiayaan BUMN untuk proyek strategis nasional dan hilirisasi.
- Utilisasi kapasitas produksi sektor swasta tertahan di kisaran 60% hingga 70%.
- Investasi Rp1.000 triliun hanya menyerap sekitar 1,4 juta tenaga kerja.
- Biaya menciptakan satu lapangan kerja di Indonesia sekitar Rp700 juta.
- Vietnam hanya membutuhkan biaya Rp400 juta hingga Rp500 juta per lapangan kerja.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.