Beranda Selasa, 22 September 2026

!online

Politik Netral

Mencari Damai di Tengah Konflik Yaman

Selasa, 22 September 2026, 06:06 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Serangan rudal dan pesawat nirawak Houthi ke Riyadh menunjukkan perang Yaman belum berakhir meski gencatan senjata 2022 telah menurunkan kekerasan. Konflik bersumber dari perebutan kekuasaan di dalam negeri dan diperumit oleh persaingan Arab Saudi-Iran, sementara kendali Houthi atas Selat Bab el-Mandeb mengancam jalur perdagangan global. Artikel menyatakan diplomasi tetap menjadi jalan keluar terbaik dengan mengharuskan penghentian serangan lintas batas, perlindungan warga sipil, serta penyelesaian politik internal Yaman agar rakyatnya dapat menentukan masa depan sendiri.

Poin-Poin Utama

  • Serangan rudal dan pesawat nirawak Houthi menyasar Riyadh, Arab Saudi.
  • Gencatan senjata antara Yaman dan Arab Saudi disepakati pada 2022.
  • Akar konflik Yaman berupa perebutan kekuasaan dalam negeri belum terselesaikan.
  • Houthi mengambil alih kendali Sanaa pada 2014.
  • Houthi memperluas kekuasaan ke wilayah utara dan barat yang padat penduduk.
  • Arab Saudi memimpin koalisi mendukung Pemerintah Yaman pada 2015.
  • Gencatan senjata yang dimediasi PBB pada 2022 menurunkan kekerasan secara drastis.
  • Konflik Yaman kembali memanas sejak Juli 2026.
  • Houthi memperkuat posisi di pesisir Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb.
  • Penguasaan Selat Bab el-Mandeb strategis sebagai kelanjutan Terusan Suez.
  • Gangguan di Bab el-Mandeb mengancam jalur perdagangan dan energi Saudi.
  • Serangan koalisi pimpinan Arab Saudi tidak mampu menghapus kekuatan Houthi.
  • Perang memperpanjang penderitaan rakyat dan memperparah kerusakan di Yaman.
  • Oman berperan sebagai penghubung dalam penyelesaian konflik Yaman.
  • Kesepakatan damai diperlukan agar rakyat Yaman dapat menentukan masa depan negara mereka sendiri.
Tagar Terkait
#iran#arab saudi#houthi#yaman#timur tengah#konflik#diplomasi#gencatan senjata
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya