Perang Yaman Berkecamuk! Pemberontak Houthi dan Pasukan Pro-Saudi Berebut Sanaa dan Laut Merah
Perang Yaman kembali memanas dengan pertempuran paling sengit sejak 2022, ketika pemerintah Yaman yang diakui internasional melancarkan serangan balasan terhadap pemberontak Houthi di beberapa provinsi termasuk al-Jawf yang menjadi pintu gerbang menuju Sanaa. Kedua belah pihak saling berebut kendali atas Sanaa dan kawasan strategis Bab al-Mandeb di Laut Merah, yang meningkat pentingnya setelah penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Para analis menilai pemerintah kini memiliki sumber daya lebih memadai, namun mengingatkan konflik ini kemungkinan akan berlangsung panjang mengingat Houthi tetap menjadi kekuatan militer yang tangguh.
Poin-Poin Utama
- Yaman kembali mengalami pertempuran paling sengit sejak 2022.
- Gencatan senjata PBB sebelumnya menghentikan perang delapan tahun yang menewaskan puluhan ribu orang.
- Pertempuran meningkat pada Senin di provinsi Taiz, al-Bayda, dan al-Jawf.
- Al-Jawf dipandang sebagai salah satu pintu gerbang utama menuju Sanaa.
- Sanaa merupakan ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi.
- Houthi menyatakan memukul mundur sebagian upaya pasukan pemerintah dan menyerang Arab Saudi.
- Tension meningkat pada Juli setelah pasukan pemerintah menyerang bandara Sanaa, mencegah pesawat Iran mendarat.
- Houthi berupaya bergerak menuju kota pelabuhan al-Makha dan Selat Bab al-Mandeb di Laut Merah.
- Houthi telah menyerang kapal-kapal di Laut Merah sejak 2023.
- Selat Hormuz yang ditutup Iran meningkatkan pentingnya kawasan Bab al-Mandeb bagi minyak dan gas global.
- Analis Mohammed al-Basha memperkirakan perang akan berkepanjangan, bukan kampanye singkat.
- Pemerintah Yaman bertujuan merebut kembali seluruh wilayah dari Houthi.
- Pemerintah Yaman baru saja merebut kembali wilayah selatan dari Dewan Transisi Selatan (STC).
- STC merupakan kelompok separatis yang didukung UEA.
- Analis Mahjoob Zweiri menyatakan milisi lapangan berkurang dan Houthi menjadi satu-satunya pihak tersisa di Sanaa.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.