Aghniny Haque dan Bahasa Isyarat
Aghniny Haque mempelajari bahasa isyarat selama dua bulan bersama komunitas teater teman tuli di Malaysia untuk berperan sebagai Melor dalam film Khadam (2026). Dalam film berlatar tahun 1950-an tersebut, Aghniny menjalani karakter perempuan tunawicara yang berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat yang dimodifikasi agar kedua anaknya dapat memahami. Aghniny memaknai bahasa isyarat sebagai bahasa yang romantis karena penyampaian pesan dari teman tuli dilakukan dengan kejujuran terhadap pikiran dan perasaannya.
Poin-Poin Utama
- Aghniny Haque berperan sebagai Melor dalam film Khadam yang dirilis pada tahun 2026.
- Ia mempelajari bahasa isyarat selama dua bulan.
- Pembelajaran dilakukan bersama komunitas teater teman tuli.
- Aghniny mengenal komunitas tersebut melalui Bella yang merupakan coach acting di Malaysia.
- Bella memiliki teman bernama Ka Lin yang berasal dari komunitas tersebut.
- Aghniny menyusun koreografi bahasa isyarat khusus untuk karakter Melor.
- Koreografi tersebut disesuaikan dengan latar tempat dan waktu dalam film.
- Film Khadam berlatar pada tahun 1950-an.
- Latar agama film Khadam adalah di hutan jauh dari perkampungan warga.
- Melor dikisahkan sebagai perempuan tunawicara.
- Bahasa isyarat Melor dimodifikasi agar kedua anaknya bernama Puteh dan Hitam dapat memahaminya.
- Film ini merupakan pengalaman pertama Aghniny Haque memainkan karakter tunawicara.
- Aghniny memaknai bahasa isyarat sebagai bahasa yang romantis.
- Ia beralasan bahwa individu tunawicara cenderung lebih jujur dalam menyampaikan emosi.
- Aghniny memilih coach acting yang memahami kedekatan emosional tersebut.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.