Beranda Selasa, 22 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Penempatan PMI ke Bulgaria diproyeksi capai 4.000 pada 2027

Selasa, 22 September 2026, 14:02 WIB Sumber: Antara News
Ukuran:

Penempatan pekerja migran Indonesia ke Bulgaria diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 4.000 pekerja pada 2027, meningkat dari sekitar 1.000 pekerja tahun ini. Bulgaria dipilih karena perlindungan bagus, jaminan sosial jelas, gaji tinggi, dan aman dari konflik, dengan seribuan anak muda Bali yang sudah dilatih 6-12 bulan di bidang hospitality untuk memenuhi kualifikasi. Kementerian KP2MI juga membidik perluasan penempatan ke negara-negara Asia dan Eropa lainnya seiring gejolak geopolitik global, seperti Taiwan, Hong Kong, Korea, Jepang, Malaysia, Turki, Hungaria, Slovakia, Italia, dan Albania.

Poin-Poin Utama

  • Penempatan PMI ke Bulgaria diproyeksikan mencapai 4.000 pekerja pada 2027.
  • Saat ini PMI yang ditempatkan ke Bulgaria sekitar 1.000 orang.
  • Target 4.000 pekerja tersebut untuk sektor perhotelan.
  • Pekerja yang ditargetkan berasal dari Bali.
  • Bulgaria menawarkan perlindungan bagus bagi PMI.
  • Bulgaria menyediakan jaminan sosial jelas bagi PMI.
  • Bulgaria menawarkan gaji tinggi bagi PMI.
  • Bulgaria aman dari konflik.
  • Seribuan anak muda Bali sudah menjalani pelatihan 6-12 bulan di bidang hospitality.
  • KP2MI membidik perluasan penempatan pekerja migran di sejumlah negara Asia dan Eropa pada 2026.
  • Target negara penempatan 2026 meliputi Taiwan, Hong Kong, Korea, Jepang, Malaysia, dan Turki.
  • Negara-negara lain yang dibuka peluang penempatan meliputi Bulgaria, Hungaria, Slovakia, Italia, dan Albania.
  • Sejumlah negara Eropa membuka ruang bagi PMI meskipun kebutuhan tenaga kerja berbeda.
  • Perluasan penempatan disesuaikan dengan gejolak geopolitik global yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi.
  • Rencana perluasan dibahas dalam rapat dengan Komisi IX DPR pada 17 September.
Tagar Terkait
#bali#pmi#pekerja migran#hospitality#bulgaria#p2mi#mukhtarudin
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.

Buka Sumber di Antara News

Warta Terkini Lainnya