Trump Bikin TrumpTV Usai Diboikot Media
Gedung Putih peluncuran stasiun televisi baru bernama "Trump TV" di YouTube setelah sejumlah media besar Amerika Serikat memboikot kegiatan Presiden Donald Trump. Boikot tersebut terjadi setelah Trump melarang wartawanan dari CNN, MSNBC, dan Politico meliput di Gedung Putih dengan menuding mereka menyebarkan "berita palsu", yang kemudian diikuti oleh Fox News, ABC, CBS, NBC, The New York Times, dan The Washington Times. Trump melalui platform Truth Social mengklaim pemerintahannya tidak mengancam kebebasan pers, melainkan hanya ingin membatasi disinformasi yang ia sebut sebagai ancaman keamanan nasional.
Poin-Poin Utama
- Gedung Putih peluncuran stasiun televisi baru bernama Trump TV melalui YouTube.
- Siaran langsung berjudul "TRUMP TV: The Essentials Station" dimulai pada Senin, 21 September pukul 23.00 GMT.
- Siaran tersedia 24 jam sehari selama tujuh hari seminggu dan diperbarui secara langsung.
- Trump melarang wartawanan dari CNN, MSNBC, dan Politico melakukan peliputan di Gedung Putih.
- Trump menuding media-media tersebut membuat berita palsu.
- Ketiga media tersebut menyatakan akan menggugat pemerintahan Trump atas pencabutan akreditasi wartawanan.
- CNN, MSNBC, dan Politico memboikot peliputan kegiatan Trump bersama Fox News.
- ABC, CBS, NBC, The New York Times, dan The Washington Times turut bergabung dalam mogok liputan.
- Trump melalui platform Truth Social membantah mengancam kebebasan pers.
- Trump menyebut berita palsu menjamur seperti kanker di Amerika Serikat.
- Trump mengeklaim disinformasi terjadi secara meluas dan melibatkan koordinasi penuh.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.