Beranda Rabu, 23 September 2026

!online

Tekno Negatif

Modus Penipuan Digital Makin Canggih, Unej Bekali Mahasiswa Lindungi Identitas

Selasa, 22 September 2026, 23:11 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

Universitas Jember bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur menggelar pelatihan Cerdas Digital untuk membekali mahasiswa dalam melindungi identitas dari penipuan digital. Modus penipuan kini semakin canggih, meliputi pencatutan identitas melalui akun palsu, tawaran pekerjaan dan investasi fiktif, hingga manipulasi foto, video, dan suara. Mahasiswa diminta untuk selalu memverifikasi informasi sebelum membagikan data pribadi atau memenuhi permintaan uang, terutama ketika mendapat pesan yang mengatasnamakan dosen, pimpinan kampus, atau anggota keluarga.

Poin-Poin Utama

  • Universitas Jember membekali mahasiswa agar waspada terhadap penipuan dan pencurian identitas digital.
  • Modus kejahatan digital meliputi pencatutan identitas, akun palsu, lowongan kerja palsu, dan manipulasi foto, video, serta suara.
  • Wakil Rector Unej Prof. Bambang Kuswandi bercerita pernah menjadi sasaran pencatutan identitas oleh pelaku yang membuat akun WhatsApp palsu.
  • Bambang menyatakan sengaja tidak menggunakan foto formal di akun harian agar dapat membedakan akun palsu.
  • Pelaku penipuan digital kerap memanfaatkan kepercayaan dan kondisi psikologis calon korban.
  • Mahasiswa diminta tidak mudah menyerahkan uang atau data pribadi sebelum memastikan kebenaran sumber yang menghubungi.
  • Unej bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur melalui pelatihan Cerdas Digital.
  • Pelatihan bertajuk "Smart Student, Safe Data: Amankan Identitasmu dari Ancaman Scam dan Manipulasi Digital" diselenggarakan di kampus Unej.
  • Aulia Bahar Pernama dari Diskominfo Jawa Timur menyatakan penipuan digital tidak lagi sebatas pesan mencurigakan atau tautan palsu.
  • Data identitas digital seseorang mencakup nama, nomor telepon, alamat surel, NIK, foto, dan data akademik.
  • Potongan informasi dari berbagai sumber dapat digabungkan untuk membangun profil seseorang secara komprehensif.
  • Kewaspadaan terhadap penipuan digital perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya saat menerima pesan mencurigakan.
  • Mahasiswa perlu membiasakan mengendalikan informasi yang dibagikan melalui media sosial dan aplikasi percakapan.
  • Aktivitas akademik mahasiswa banyak bersinggungan dengan teknologi seperti komunikasi perkuliahan dan penyimpanan dokumen secara digital.
  • Pakar keamanan siber Ryan Fabella menyebut modus penipuan dekat dengan kehidupan mahasiswa antara lain kos fiktif dan pengelabuan melalui WhatsApp.
Tagar Terkait
#mahasiswa#keamanan siber#penipuan digital#unej#identitas digital
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya