Kasus Kebakaran di DKI Terus Meningkat, Jakarta Barat Paling Rentan
Sebanyak 1.216 kasus kebakaran terjadi di Jakarta dari Januari hingga Agustus 2026, dengan jumlah kejadian yang terus meningkat setiap bulannya. Jakarta Barat menjadi wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi mencapai 368 kasus atau 30,26 persen dari total kejadian, sementara listrik menjadi penyebab utama dengan 649 kasus atau 53,37 persen. Ketua DPRD DKI Jakarta menyoroti banyak bangunan yang tidak memenuhi standar keamanan dan meminta Pemerintah Provinsi DKI melalui Dinas Gulkarmat untuk mengambil langkah pencegahan.
Poin-Poin Utama
- Sebanyak 1.216 kasus kebakaran terjadi di Jakarta pada periode 1 Januari hingga 31 Agustus 2026.
- Jumlah kejadian kebakaran terus meningkat setiap bulannya.
- Kasus kebakaran pada Juni tercatat 141 kejadian, Juli 217 kejadian, dan Agustus 240 kejadian.
- Jakarta Barat menjadi kota dengan kejadian kebakaran terbanyak, yakni 368 kasus atau 30,26 persen.
- Jakarta Timur mencatat 299 kasus atau 24,59 persen kebakaran.
- Jakarta Selatan mencatat 252 kasus atau 20,72 persen kebakaran.
- Listrik menjadi dugaan penyebab utama dalam 649 kasus atau 53,37 persen kejadian kebakaran.
- Penyebab kebakaran lainnya meliputi pembakaran sampah, gas, kelalaian manusia, dan rokok.
- Objek yang paling sering terbakar meliputi perumahan, bangunan umum, perdagangan, dan instalasi listrik luar gedung.
- Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin menyoroti banyaknya bangunan yang tidak memperhatikan standar keamanan.
- Bangunan di Jakarta banyak yang minim alat pendeteksi potensi kebakaran dan alat pemadam api ringan.
- Ancaman El Nino diprediksi akan berlangsung hingga Januari 2027.
- Kebakaran melanda pemukiman di Jalan Teuku Nyak Arif, Jakarta Selatan, pada 22 September malam.
- Kebakaran di Jalan Teuku Nyak Arif diduga akibat korsleting listrik dan menghanguskan 18 rumah serta empat tempat usaha.
- Sebanyak 150 jiwa terdampak dan total kerugian ditaksir mencapai Rp1,2 miliar.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.