1.216 Kebakaran Terjadi di Jakarta hingga Agustus 2026
Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mencatat 1.216 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Agustus 2026, dengan Jakarta Barat sebagai wilayah terbanyak mencapai 368 kasus. Jumlah kebakaran mengalami peningkatan signifikan pada pertengahan tahun, terutama pada Juli dan Agustus yang menyumbang 37,6 persen total kejadian. Listrik menjadi penyebab utama kebakaran dengan 649 kejadian, dan bangunan perumahan menjadi objek paling sering terbakar dengan 358 kasus.
Poin-Poin Utama
- Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mencatat 1.216 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
- Jakarta Barat menjadi wilayah dengan kejadian kebakaran terbanyak, yakni 368 kasus atau 30,26 persen.
- Jakarta Timur mencatat 299 kasus kebakaran, Jakarta Selatan 252 kasus, Jakarta Utara 163 kasus, dan Jakarta Pusat 134 kasus.
- Jumlah kebakaran tertinggi terjadi pada Agustus dengan 240 kejadian, disusul Juli 217 kejadian.
- Periode Juli hingga Agustus menyumbang 457 kejadian atau 37,6 persen dari total kebakaran.
- Bangunan perumahan menjadi objek terbakar terbanyak dengan 358 kasus atau 29,44 persen.
- Bangunan umum dan perdagangan tercatat 230 kasus, instalasi listrik luar gedung 194 kasus, serta sampah 174 kasus.
- Listrik menjadi dugaan penyebab kebakaran terbesar dengan 649 kejadian atau 53,37 persen.
- Pembakaran sampah menjadi penyebab kedua terbanyak dengan 171 kejadian.
- Gas menyebabkan 103 kasus kebakaran, kelalaian manusia 88 kasus, dan rokok 46 kasus.
- Penyalaan sendiri tercatat 48 kejadian dan penyalaan kembali 11 kejadian.
- Jumlah kebakaran mengalami peningkatan signifikan mulai Juni yang mencapai 141 kejadian.
- Vehicles, tumbuhan, dan lainnya masing-masing tercatat di bawah 100 kasus.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.