Pertamina Patra Niaga: Penyaluran BBM Bersubsidi Ditambah
Pertamina Patra Niaga menambah penyaluran BBM bersubsidi di atas normal karena meningkatnya permintaan yang dipicu oleh kenaikan harga BBM nonsubsidi dan dampak El Nino. Antrean panjang masih terjadi di berbagai daerah seperti Sumatera bagian selatan dan Sulawesi meskipun pasokan sudah ditambah. Penyaluran BBM bersubsidi dilakukan dengan koordinasi pemerintah, BPH Migas, dan aparat terkait untuk memastikan distribusi tepat sasaran.
Poin-Poin Utama
- Peralihan konsumen BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi meningkatkan permintaan subsidi.
- Antrean panjang BBM bersubsidi terjadi di Sumatera bagian selatan dan Sulawesi.
- Konflik Iran versus Israel meningkatkan disparitas harga BBM nonsubsidi dan bersubsidi.
- Cuaca ekstrem dan kekeringan akibat El Nino menambah kebutuhan BBM untuk pompa irigasi dan genset.
- Penyaluran BBM bersubsidi di Sulawesi Selatan dinaikkan 10 hingga 15 persen di atas normal.
- Pertamina Patra Niaga berkoordinasi dengan pemerintah dan BPH Migas terkait penyaluran.
- Sopir truk dan pedagang keliling di Palembang dan Lampung kesulitan mendapat BBM bersubsidi.
- Antrean BBM bersubsidi juga terjadi di Kendari, Makassar, dan Kupang.
- Rata-rata penyaluran harian Pertalite pada awal 2026 tercatat 75.796 kiloliter.
- Pada 10 Juni 2026, harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.
- Harga Pertamax Green naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 pada 10 Juni 2026.
- Konsumsi Pertalite melonjak 9,19 persen menjadi 82.700 kiloliter setelah kenaikan harga.
- Pada 1 Agustus 2026, harga Pertamax turun dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter.
- Kebutuhan harian Pertalite tetap lebih tinggi pada 84.368 kiloliter dibanding sebelum Juni 2026.
- Rata-rata penyaluran solar triwulan I-2026 tercatat 50.624 kiloliter per hari.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.