CEO YouTube Tolak Gabung Kesepakatan Perlindungan Anak Meta
CEO YouTube Neal Mohan menolak bergabung dalam kesepakatan penyelesaian gugatan lintas negara bagian terkait keselamatan anak yang disetujui Meta, dengan menyatakan bahwa YouTube telah lama berinvestasi untuk melindungi pengguna muda dan memiliki langkah keselamatan yang berbeda dari Meta. Kesepakatan Meta bernilai US$18 miliar, dengan syarat bahwa TikTok dan YouTube masing-masing berkontribusi sekitar US$6 miliar serta menerapkan perubahan serupa agar dapat bergabung. Jaksa Agung California Rob Bonta menyatakan kesiapan untuk membawa TikTok dan YouTube ke pengadilan bilamana diperlukan demi kepatuhan terhadap kesepakatan tersebut.
Poin-Poin Utama
- CEO YouTube Neal Mohan menolak bergabung dalam kesepakatan keselamatan anak Meta.
- Meta menyetujui kesepakatan bernilai US$18 miliar untuk menyelesaikan klaim dari puluhan negara bagian.
- Gugatan menuduh Meta merancang platform yang adiktif dan berkontribusi pada krisis kesehatan mental remaja.
- Meta meminta YouTube dan TikTok membayar masing-masing sekitar US$6 miliar serta melakukan perubahan serupa.
- Jaksa Agung California Rob Bonta menyatakan kesiapan membawa TikTok dan YouTube ke pengadilan.
- YouTube memiliki fitur untuk membatasi durasi penonton Shorts.
- YouTube bekerja sama dengan pakar independen untuk memberi masukan mengenai fitur keselamatan anak.
- YouTube dan Meta dinyatakan bertanggung jawab dalam persidangan di Los Angeles pada Maret.
- Keduanya berencana mengajukan banding atas putusan persidangan Los Angeles.
- YouTube menyelesaikan gugatan dari seorang remaja dengan klaim serupa pada awal tahun ini.
- TikTok dan Snap juga menyelesaikan gugatan dengan klaim serupa.
- Keempat perusahaan teknologi menghadapi ratusan gugatan dari individu, keluarga, dan distrik sekolah.
- Gugatan tersebut mengklaim platform mereka membahayakan pengguna muda.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.